HEADLINNEWS.ID – JAKARTA, Pokja PWI Jakarta Timur dan DPC GMNI Jakarta Timur menggelar diskusi jurnalistik untuk membekali generasi Z memahami verifikasi informasi dan etika jurnalistik di media sosial. Diskusi berlangsung di Kantor Pokja PWI Wali Kota Jakarta Timur, Kompleks Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Jumat (7/8).
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan pemuda dengan pembahasan mengenai etika jurnalistik, verifikasi informasi, serta tantangan penyebaran berita di era digital.
Ketua Pokja PWI Jakarta Timur Rudolf Simbolon mengatakan perkembangan media sosial memungkinkan setiap orang menyebarkan informasi. Kondisi itu, menurut dia, perlu diimbangi pemahaman mengenai prinsip jurnalistik agar pengguna tidak mudah menyebarkan informasi yang keliru.
“Informasi yang baik harus akurat, aktual, terpercaya, dan melalui proses verifikasi. Dalam jurnalistik ada prosedur redaksional yang memastikan setiap berita berimbang atau cover both sides, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Rudolf saat menjadi narasumber.
Rudolf mengatakan masih banyak pengguna media sosial yang belum memahami proses penyusunan berita sesuai kaidah jurnalistik. Ia menyebut penyajian informasi juga harus mengacu pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
Wakabid Kaderisasi dan Analisa Isu Kajian Strategis DPC GMNI Jakarta Timur Mufty Arya Dwitama mengatakan peserta perlu memahami cara menyaring informasi sebelum menyebarkannya.
“Fakta hari ini menunjukkan informasi sangat mudah diterima masyarakat. Karena itu, pemuda harus memahami bagaimana memfilter informasi dengan benar dan memastikan sumber berita yang diterima benar-benar dapat dipercaya,” kata Mufty.
Ketua DPC GMNI Jakarta Timur Jansen Henry Kurniawan mengatakan derasnya arus informasi dapat memunculkan kesalahpahaman apabila tidak diimbangi pemahaman jurnalistik. Menurut dia, kolaborasi dengan PWI dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai metodologi jurnalistik dalam menerima dan menyampaikan informasi.
“Di satu sisi masyarakat dimudahkan dengan cepatnya informasi, tetapi jika tidak diimbangi pemahaman jurnalistik yang baik, informasi itu bisa menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu kami berkolaborasi dengan PWI untuk membangun pemahaman mengenai metodologi jurnalistik dalam menerima dan menyampaikan informasi,” ujar Jansen.
Diskusi yang dimoderatori Ketua DPK GMNI UIC Ezra Estrada Latbual itu berlangsung dengan sesi tanya jawab mengenai tantangan jurnalistik di era digital.
Hasil diskusi akan ditindaklanjuti melalui forum yang direncanakan berlangsung pada September. Forum tersebut direncanakan melibatkan pengurus PWI Provinsi DKI Jakarta, akademisi, pemerintah daerah, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta Timur.
Materi diskusi menempatkan verifikasi, keberimbangan, Kode Etik Jurnalistik, dan Undang-Undang Pers sebagai bagian dari pembelajaran bagi generasi muda dalam menerima serta menyebarkan informasi. Forum lanjutan pada September direncanakan memperluas keterlibatan pihak yang membahas isu tersebut.

