HEADLINNEWS.ID – TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung mengambil langkah nyata untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan melalui peluncuran program “Sekolah Kalih Ngaji”. Sebanyak 100 Sekolah Dasar (SD) ditetapkan sebagai pilot project yang akan menjadi percontohan sebelum program diterapkan secara menyeluruh.
Program yang diresmikan di Graha Bhumi Pala pada Rabu (29/7) itu merupakan hasil sinergi antara Pemkab Temanggung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi siswa sekolah dasar sekaligus membangun karakter religius sejak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyo, mengatakan program tersebut akan berjalan selama satu tahun sebagai tahap uji coba. Setelah itu, pemerintah akan melakukan evaluasi untuk menentukan pengembangan program di masa mendatang.
Pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada masing-masing sekolah, baik sebelum jam pelajaran dimulai maupun setelah kegiatan belajar mengajar selesai, sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran utama.
Menurut Djoko, program ini lahir dari keprihatinan pemerintah daerah terhadap masih adanya siswa SD yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Karena itu, sekolah dipandang sebagai tempat yang tepat untuk memberikan tambahan pembelajaran agama secara terstruktur.
Setiap sekolah peserta akan didampingi seorang guru mengaji yang berasal dari TPQ di sekitar lingkungan sekolah. Honorarium para guru tersebut sepenuhnya didukung melalui pendanaan Baznas.
“Kami berharap seluruh siswa SD nantinya memiliki kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an dengan baik. Setelah tahap awal ini berhasil, program akan diperluas hingga menjangkau seluruh 435 SD di Kabupaten Temanggung,” ujar Djoko.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui peningkatan prestasi akademik. Menurutnya, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan berakhlak mulia.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kata Agus, generasi muda membutuhkan pondasi moral yang kuat agar mampu menyaring berbagai pengaruh negatif. Program “Sekolah Kalih Ngaji” diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, anak-anak Temanggung tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, fasih membaca Al-Qur’an, serta memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Temanggung menargetkan seluruh SD di wilayahnya dapat menerapkan “Sekolah Kalih Ngaji” dalam beberapa tahun mendatang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membangun karakter peserta didik.

