HEADLINNEWS.ID β SEMARANG, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melibatkan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-provinsi ini dalam Jateng Green Industrial Summit 2026, sebagai langkah nyata menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era industri hijau. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Candi Semarang pada Kamis malam, 23 Juli 2026, dengan tema “Collaborating, Awarding & Signing”.
Dalam forum tersebut, Pemprov juga memberikan penghargaan kepada sekolah, pelaku usaha, kawasan industri, serta pemerintah daerah yang dinilai berprestasi dalam mendorong transformasi industri hijau.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan transformasi menuju industri hijau tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan pelaku usaha, melainkan harus dimulai dari lingkungan pendidikan agar kesadaran dan budaya ramah lingkungan tumbuh sejak dini.
βAnak-anak SMA kita kita kenalkan dengan ekonomi hijau sejak sekarang, agar ini menjadi kebiasaan dan karakter mereka ke depan,β ujarnya saat membuka acara.
Keterlibatan pelajar menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk melahirkan tenaga kerja hingga calon pemimpin industri yang siap bersaing di pasar global sekaligus memahami prinsip keberlanjutan. Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta perwakilan sekolah untuk membangun sinergi menyeluruh.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah July Emmylia menambahkan penerapan industri hijau di daerah ini sebenarnya sudah berjalan, namun selama ini masih dilakukan secara parsial. Melalui summit ini, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk memiliki pemahaman dan standar yang sama sesuai prinsip industri hijau.
βDunia pendidikan adalah kunci. Hari ini mereka siswa, ke depan bisa menjadi pemimpin perusahaan. Mereka harus paham konsep ini sejak dini,β katanya.
Prinsip utama industri hijau yang diusung meliputi efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi melalui pengelolaan limbah dan daur ulang, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan prinsip ini, pertumbuhan ekonomi industri dapat berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Berikut daftar penerima penghargaan:
– SMA/SMK Teraktif Mendukung Pendidikan Hijau: SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 6 Semarang, SMK Negeri 5 Semarang
β
– Industri Kecil Transformasi Hijau Terbaik: Juara I PT Ozzy Batik Pekalongan, Juara II CV Gemilang Kencana, Juara III CV Batik Gemawang
β
– Industri Besar dan Menengah Transformasi Hijau Terbaik: Juara I PT Semen Grobogan, Juara II PT Semen Gresik, Juara III PT Phapros Tbk
β
– Kawasan Industri Hijau Terbaik: PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industripolis Batang), PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Kendal
β
– Pemerintah Kabupaten/Kota Komitmen Pengembangan Industri Hijau Terbaik: Kabupaten Grobogan, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kota Surakarta, Kabupaten Purbalingga
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemprov Jawa Tengah menegaskan komitmennya membangun ekosistem industri hijau yang berimbang antara pertumbuhan ekonomi, daya saing, dan keberlanjutan lingkungan.

