HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya mitigasi bencana dengan memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada pelajar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan pendidikan kebencanaan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pemahaman mengenai potensi bencana di wilayahnya, serta langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi situasi darurat.
“Kami ingin menanamkan kesadaran, bahwa kesiapsiagaan bencana harus menjadi kebiasaan sejak dini. Dengan pengetahuan yang dimiliki, siswa diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik ketika menghadapi bencana,” ujar Totok, Kamis (23/7/2027).
Program edukasi tersebut dilaksanakan pada 13 sekolah yang terdiri atas jenjang SD, SMP, hingga SMA di sejumlah kecamatan, di antaranya Pringsurat, Ngadirejo, Kandangan, Temanggung, dan Tembarak. Kegiatan berlangsung selama pelaksanaan MPLS pada 13–20 Juli 2026.
Dalam sosialisasi tersebut, BPBD memberikan materi mengenai pengenalan berbagai potensi bencana, upaya mitigasi, pemahaman jalur evakuasi, serta langkah-langkah penyelamatan diri. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh para siswa.
Menurut Totok, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi yang tangguh terhadap bencana. Karena itu, edukasi kebencanaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat sejak usia sekolah.
Melalui program ini, ia mengemukakan, harapan Pemkab Temanggung, para pelajar tidak hanya memahami cara menghadapi bencana di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut di rumah dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta masyarakat yang semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana. (Aiz;Ekp)

