Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Frank Hutapea Sindir Hotman Paris Usai Bela Febrie Adriansyah

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDFrank Hutapea menyindir ayahnya, Hotman Paris Hutapea, setelah pengacara itu menyatakan menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Sindiran tersebut disampaikan melalui media sosial dan kemudian menjadi viral.

Hotman sebelumnya mengumumkan dirinya menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah yang disebut dalam sumber tengah menghadapi kasus dugaan tiga mega korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam konferensi pers, Hotman mengatakan tidak mengharapkan bayaran dari Febrie dan menyinggung tarif jasanya yang tinggi.

“Saya tidak mengharapkan uang dari Jampidsus ini karena saya tahu tidak mungkin dia bayar saya mahal. Tarif bayaran saya super mahal di Indonesia. Itulah background-nya biar tahu,” kata Hotman Paris, sebagaimana dikutip dalam data sumber.

Pernyataan itu mendapat respons langsung dari Frank Hutapea. Ia menilai ayahnya sedang melakukan pencitraan dan mengungkit peristiwa saat pernikahan adiknya, Fritz Hutapea.

“Halah kebanyakan pencitraan. Fritz married aja angpaonya lo ambil. Ala ala ga mau duit,” ujar Frank Hutapea.

Frank juga mengkritik aksi sosial yang selama ini dilakukan Hotman melalui media sosial. Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat hanya dijadikan strategi pemasaran dan untuk menjaga perhatian publik.

“Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care he only care about being center of attention (Dia tidak pernah benar-benar peduli, dia cuma peduli sama perhatian),” kata Frank.

Ia juga menulis, “Tutup aja ini ig pengais keadilan. Marketing ala ala buat jualan alcohol di holywings.”

Unggahan tersebut memicu berbagai reaksi warganet. Dalam data sumber disebutkan, sebagian netizen menuding tindakan Frank merupakan strategi pemasaran. Tudingan itu dibantah Frank yang menegaskan dirinya tidak membutuhkan cara promosi seperti itu.

Frank Alexander Hutapea lahir pada 1991. Ia menempuh pendidikan hukum di University of Kent, London, dan meraih gelar Bachelor of Laws (LBB).

Setelah lulus, Frank memulai karier sebagai Associate Trainee di Hardinoto Hadriputranto and Partners pada April 2013 hingga September 2014. Selanjutnya, ia bergabung di kantor hukum milik Hotman Paris dan menjabat sebagai partner selama lebih dari empat tahun.

Pada Desember 2025, Frank mendirikan firma hukum pribadi bernama FRANK Solicitors. Berdasarkan data sumber yang mengutip Kompas.com, ia juga dilantik sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional pada 15 Januari 2026.

Dalam kehidupan pribadi, Frank merupakan anak sulung Hotman Paris Hutapea dan Agustianne Marbun. Ia memiliki dua adik, Felicia Putri Parisienne Hutapea dan Fritz Paris Junior Hutapea.

Frank menikah dengan Winona Delany Tandra pada 4 Januari 2025. Data sumber menyebut pesta pernikahan mereka menjadi sorotan setelah Hotman Paris mengungkapkan telah mengeluarkan dana hingga Rp5 miliar. Winona merupakan alumnus University of Exeter jurusan Ekonomi Bisnis, pernah magang di UOB Kay Hian Singapura, dan bekerja sebagai Senior Analyst di KPMG Indonesia.

Hingga informasi dalam data sumber berakhir, belum terdapat tanggapan dari Hotman Paris atas sindiran yang disampaikan Frank Hutapea melalui media sosial.

Perdebatan terbuka antara Frank Hutapea dan Hotman Paris berkembang setelah keputusan Hotman menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Berdasarkan data sumber, perhatian publik tidak hanya tertuju pada perkara hukum yang sedang dihadapi Febrie, tetapi juga pada pernyataan saling menanggapi antara ayah dan anak yang memicu reaksi luas di media sosial.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!