Percepat Penanganan Bendung Danawarih dan Cipero Tegal, Ischak Minta di Percepat

Sofia
By
Sofia
3 Min Read
Oleh: Sofia

HEADLINNEWS.ID –  

‎Slawi – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman meminta dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat penanganan Bendung Danawarih dan Bendung Cipero yang mengalami kerusakan di Kabupaten Tegal.

‎Permintaan tersebut disampaikan kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Jawa Tengah, Andi Nur Alam Syah, saat kegiatan Tanam Perdana dan Rapat Koordinasi Program Percepatan Perluasan Areal Tanam (PAT) serta Optimalisasi Lahan Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Tegal, Jumat, 17 Juli 2026.

‎Menurut Ischak, percepatan penanganan kedua bendung menjadi kebutuhan mendesak karena berperan penting dalam menjaga pasokan air irigasi dan mendukung target peningkatan produksi padi. Kerusakan yang berlarut dikhawatirkan mengganggu musim tanam serta berdampak pada produktivitas pertanian.

‎Ia menjelaskan, Bendung Danawarih sebelumnya telah memperoleh anggaran rehabilitasi sekitar Rp60 miliar pada 2025. Namun, bendung tersebut kembali rusak setelah diterjang banjir pada musim hujan sehingga debit air yang masuk ke intake mengalami penurunan.

‎Selain itu, Bendung Cipero di Desa Kedungjati Kecamatan Warureja juga mengalami kerusakan dan hingga kini masih ditangani secara darurat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Berdasarkan informasi yang diterimanya, penanganan permanen bendung tersebut direncanakan dapat dilaksanakan pada 2027.

‎”Ini sangat penting karena bendungan tersebut mengairi wilayah di tiga kecamatan. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir akan berdampak pada musim tanam kedua dan menurunkan hasil produksi para petani,” ujar Ischak.

‎Menurutnya, keberhasilan Program Perluasan Areal Tanam yang tengah didorong pemerintah tidak hanya bergantung pada optimalisasi lahan, tetapi juga pada ketersediaan infrastruktur irigasi yang andal. Karena itu, dukungan lintas kementerian diperlukan agar perbaikan bendung dan jaringan irigasi dapat dipercepat sehingga distribusi air ke lahan pertanian tetap terjaga.

‎Ischak juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Pertanian terhadap sektor pertanian di Kabupaten Tegal. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kabupaten Tegal terus diperkuat, termasuk dalam mendukung modernisasi pertanian serta pembangunan sarana dan prasarana penunjang produksi pangan.

‎”Kami berharap sinergi dengan Kementerian Pertanian dapat semakin baik. Dukungan terhadap sarana dan prasarana pertanian, termasuk infrastruktur irigasi, sangat kami butuhkan agar produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tegal terus meningkat,” kata Ischak.

‎Menanggapi hal tersebut, Andi Nur Alam Syah mengatakan Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus memperkuat koordinasi untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan bendung dan jaringan irigasi yang mendukung sektor pertanian di daerah.

‎”Persoalan bendungan dan jaringan irigasi silakan segera dikomunikasikan. Kami bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus berkoordinasi agar penanganannya bisa dipercepat,” ujar Andi.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *