HEADLINNEWS.ID – PURWOREJO – Penampilan Tari Massal Cingpoling Layangan yang dibawakan ratusan siswa SMP Negeri 34 Purworejo menjadi salah satu atraksi paling mencuri perhatian dalam Festival Layang-Layang Nasional 2026 di Pantai Ketawang, Kecamatan Grabag, Minggu (5/7/2026). Aksi para pelajar yang tampil kompak dan penuh semangat sukses memukau ribuan pengunjung yang memadati kawasan festival.
Pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah, pelaku seni, dan pemerintah daerah. Kepala SMP Negeri 34 Purworejo, Purwati, bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan. Sementara itu, koreografi ditata oleh Rianto Purnomo, musik digarap Anon Suneko, serta tata busana dan properti dipercayakan kepada Nining bersama para guru pembina ekstrakurikuler.
Mengangkat Tari Cingpoling sebagai salah satu warisan budaya tak benda Kabupaten Purworejo, pementasan kali ini dikemas dengan konsep “Cingpoling Layangan”. Para penari mengenakan seragam Pramuka yang dipadukan dengan aksesori kepala berbentuk layang-layang, menciptakan perpaduan yang unik sekaligus merepresentasikan semangat kedisiplinan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Penata tari, Rianto Purnomo, mengungkapkan bahwa kekuatan utama pertunjukan tersebut bukan hanya terletak pada keindahan gerak ataupun kostum, tetapi pada semangat kebersamaan yang terpancar dari para siswa.
“Pertunjukan Cingpoling massal siswa-siswi SMPN 34 Purworejo tadi luar biasa. Bukan tentang koreografi maupun kostumnya. Ekspresi kebersamaan mereka sebagai warga Grabag yang ikut menyemarakkan Festival Layang-Layang Nasional sangatlah terasa,” ujarnya.
Menurut Rianto, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap warga dapat berkontribusi dalam membangun citra daerah sesuai kemampuan dan profesinya masing-masing.
“Siapapun Anda, apapun profesinya, mari bergandeng tangan membesarkan nama Purworejo dengan cara masing-masing,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menjalani latihan dengan penuh dedikasi. Sebagian besar peserta bukan berasal dari latar belakang seni tari, namun tetap menunjukkan komitmen tinggi dengan mengorbankan waktu liburan sekolah demi menyukseskan pertunjukan.
“Mereka bukan penari profesional, tetapi mampu memberikan penampilan yang membuat seluruh hadirin terkesima, bangga, dan akan selalu mengingat penampilan mereka,” ungkap Rianto.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Kepala SMP Negeri 34 Purworejo, Purwati, atas dukungan penuh yang diberikan selama proses persiapan hingga pementasan berlangsung.
Menurutnya, kepercayaan dan komitmen dari pihak sekolah menjadi faktor penting yang memungkinkan para siswa tampil maksimal di panggung berskala nasional.
Selain itu, Rianto juga mengapresiasi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo serta Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo yang telah memberikan ruang bagi seni budaya lokal untuk tampil dalam agenda besar daerah.
Ia berharap sinergi antara sekolah, pemerintah, seniman, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda yang mencintai serta melestarikan kesenian asli Purworejo.
Penampilan Tari Massal Cingpoling Layangan tidak hanya menambah semarak Festival Layang-Layang Nasional 2026, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus budaya. Melalui kreativitas, disiplin, dan semangat kebersamaan, para pelajar berhasil menghadirkan pertunjukan yang bukan sekadar menghibur, melainkan juga memperkenalkan identitas budaya Kabupaten Purworejo kepada masyarakat luas.

