Undip Terjunkan Ribuan Mahasiswa KKN, Perkuat Program Kecamatan Berdaya Jateng 2026

Kolaborasi ini diharapkan mengubah KKN menjadi laboratorium pembangunan nyata, melahirkan inovasi yang selaras dengan kearifan lokal

Witarto
By
Witarto
2 Min Read
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi melepas 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang akan bertugas di 10 kabupaten/kota guna mendukung penuh Program Kecamatan Berdaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelepasan dilaksanakan di Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Luthfi menegaskan kehadiran mahasiswa bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan diharapkan mampu memetakan masalah serta menggali potensi lokal untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Kehadiran mereka akan sangat membantu pengembangan wilayah. Kecamatan Berdaya adalah representasi nyata program bagi masyarakat desa, dan sinergi dengan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menawarkan solusi berbasis kajian lapangan,” ujarnya.

Dijelaskan Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik beragam, sehingga pembangunan difokuskan pada tingkat kecamatan sebagai simpul koordinasi agar program pemerintah dapat menjangkau desa secara lebih efektif. Hari yang sama, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mendukung program serupa di wilayah tugas masing-masing.

Rektor Undip Suharnomo menyatakan pihaknya berkomitmen terus mendukung program prioritas provinsi melalui KKN reguler maupun tematik, mencakup penguatan UMKM, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, serta pemberdayaan masyarakat luas.

Beberapa program unggulan yang disiapkan mahasiswa antara lain: Lasma Siombing dan tim di Desa Kunti, Boyolali menyelenggarakan edukasi hidup bersih sehat, pemeriksaan kesehatan gigi, serta penyuluhan bagi warga dan tenaga pendidik. Sementara tim di Desa Jendi, Wonogiri merancang pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme untuk mengatasi masalah pengelolaan limbah dan kekeringan, serta pendampingan pemasaran hingga peluang ekspor bagi industri kerupuk dan sektor peternakan lokal.

Kolaborasi ini diharapkan mengubah KKN menjadi laboratorium pembangunan nyata, melahirkan inovasi yang selaras dengan kearifan lokal, serta memperkuat implementasi Kecamatan Berdaya di seluruh Jawa Tengah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *