12 Tahun Berkarya, Batik Ijo Demak Jadi Kebanggaan Pecinta Batik Nusantara

Selama lebih dari satu dekade, Batik Ijo tidak hanya memproduksi selembar kain, tetapi juga merawat cerita, tradisi, dan identitas Kabupaten Demak dalam setiap motif yang diciptakan.

Dinparta Demak
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDDi balik nama Batik Ijo, tersimpan cerita sederhana yang tidak banyak diketahui orang. Nama tersebut bukan sekadar identitas sebuah merek, melainkan terinspirasi dari arti nama sang pendiri, Wilis Janu.

Dalam bahasa Jawa, Wilis berarti hijau atau ijo. Dari filosofi sederhana itulah lahir sebuah brand batik khas Demak yang selama 12 tahun konsisten menghadirkan karya-karya autentik dengan mengangkat kekayaan budaya lokal.

Berbekal kecintaan terhadap seni batik dan semangat melestarikan warisan budaya, Wilis Janu terus menciptakan motif-motif yang merepresentasikan identitas Kabupaten Demak.

Beragam unsur khas daerah, mulai dari burung, blewah, hingga kekayaan alam dan budaya lokal, dituangkan dalam setiap lembar kain. Setiap motif bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi media untuk menceritakan kekhasan Demak kepada masyarakat yang lebih luas.

Batik Ijo juga menghadirkan produk untuk berbagai segmen pasar. Batik cap dipasarkan mulai dari Rp80 ribu, sementara batik tulis eksklusif yang dikerjakan secara detail oleh para perajin dibanderol hingga jutaan rupiah. Ragam pilihan tersebut menjadi bukti bahwa Batik Ijo berupaya menghadirkan batik berkualitas yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Komitmen menjaga kualitas dan mengangkat potensi lokal mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, yang berkesempatan mengunjungi rumah produksi Batik Ijo.

“Batik bukan sekadar produk fesyen, tetapi juga wajah budaya dan kebanggaan daerah. Batik Ijo menunjukkan bahwa karya lokal Demak memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Kami akan terus mendorong promosi agar semakin dikenal masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selama lebih dari satu dekade, Batik Ijo tidak hanya memproduksi selembar kain, tetapi juga merawat cerita, tradisi, dan identitas Kabupaten Demak dalam setiap motif yang diciptakan. Konsistensi tersebut menjadikan Batik Ijo terus bertahan, berkembang, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon ekonomi kreatif dan buah tangan khas Kota Wali yang patut dibanggakan.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!