HEADLINNEWS.ID – Potensi pesisir Desa Wisata Bedono terus dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui pelatihan pengolahan hasil pesisir, Kelompok Gerakan Wanita Bedono (Gerta Bedono) didorong menciptakan produk oleh-oleh khas berupa kerupuk kerang hijau dan keripik daun mangrove yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pelatihan menghadirkan Bagas Kurniawan dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Jawa Tengah sebagai narasumber. Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari teknik pengolahan bahan baku lokal, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar dan menarik minat wisatawan.
Pengelola Desa Wisata Bedono, Agus Riyadi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok perempuan, dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan diharapkan mampu melahirkan produk unggulan yang tidak hanya menjadi identitas Desa Wisata Bedono, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan bagi warga.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas destinasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi kreatif masyarakat melalui produk-produk lokal.
“Potensi pesisir Bedono sangat besar. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir produk oleh-oleh khas yang berkualitas, mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Bedono,” ujar Endah.
Dengan memanfaatkan sumber daya pesisir secara berkelanjutan, Desa Wisata Bedono diharapkan semakin dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata mangrove, tetapi juga sebagai sentra produk khas yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman wisata para pengunjung.

