Pemkot Semarang Tambah Koleksi Artefak Bersejarah, Perkuat Jejak Kota Maritim

Selain penyerahan koleksi, kegiatan juga diisi dengan kolaborasi repatriasi arsip surat kabar lama sebagai upaya memperkaya dokumentasi sejarah Kota Semarang.

Ria Diana
By
Ria Diana
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Upaya Pemerintah Kota Semarang memperkuat dokumentasi sejarah kembali berlanjut. Kali ini, Pemkot menerima sejumlah artefak dan dokumen bersejarah yang merekam perkembangan perdagangan dan dunia usaha di Semarang sejak akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20.

Penyerahan koleksi dilakukan di Rumah Budaya Tangga, Medan, Rabu (1/7/2026). Seluruh artefak merupakan koleksi Dr. Jimmy Lassang Manahara Siahaan yang selanjutnya akan menjadi bagian dari arsip sejarah Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan.

Sedikitnya lima jenis koleksi diserahkan, mulai dari lampu kuno hingga berbagai dokumen saham perusahaan yang pernah beroperasi di Semarang.

Beberapa di antaranya yakni sepuluh lembar saham Hotel Du Pavillon Semarang tahun 1892, saham Semarangsche Administratie Maatschappij tahun 1908, Bewijs van Aandeel Meubelindustrie Andriesse tahun 1909, serta Surat Sero NV Seng Tek Tjian tahun 1955.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan seluruh koleksi akan melalui proses konservasi sebelum dimanfaatkan sebagai bagian dari penguatan arsip sejarah daerah.

Menurutnya, dokumen-dokumen tersebut menjadi bukti penting yang menggambarkan perkembangan ekonomi, perdagangan, dan aktivitas maritim Kota Semarang pada masanya.

“Warisan sejarah seperti ini harus kita jaga agar tetap dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Selain memperkaya arsip daerah, artefak tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan penelitian, edukasi, serta mendukung pengembangan wisata sejarah di Kota Semarang.

Agustina berharap koleksi yang terus bertambah dapat menjadi fondasi dalam pengembangan Museum Maritim yang direncanakan Pemerintah Kota Semarang sehingga sejarah kemaritiman kota dapat tersaji lebih lengkap kepada masyarakat.

Sementara itu, Jimmy Lassang Manahara Siahaan mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjaga warisan sejarah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas budaya menjadi langkah penting untuk menyelamatkan berbagai dokumen bersejarah yang masih tersebar di berbagai daerah.

Penyerahan artefak tersebut menjadi bagian dari rangkaian Seminar Nasional “Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya” yang berlangsung bersamaan dengan Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan.

Selain penyerahan koleksi, kegiatan juga diisi dengan kolaborasi repatriasi arsip surat kabar lama sebagai upaya memperkaya dokumentasi sejarah Kota Semarang.

Share This Article
Follow:
Penyuka sushi dan semua tentang Jepang.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *