Ketum PB PABSI: Pelatnas Jangka Panjang, Kunci Lahirnya Juara Dunia

Melalui sinergi antara pemerintah, federasi olahraga, akademi olahraga, dan dukungan sport science, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisi sebagai salah satu kekuatan olahraga di kawasan maupun dunia dalam berbagai cabang olahraga strategis.

Mugi Imaning Tyas
4 Min Read
Istimewa

HEADLINNEWS.ID – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI), Rosan Perkasa Roeslani, mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional melalui pelatnas jangka panjang dan skema pendanaan multiyears.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak atlet-atlet berprestasi di level dunia.

Menurut Rosan, keberhasilan olahraga prestasi tidak dapat dicapai melalui program pembinaan jangka pendek.

Atlet membutuhkan proses pengembangan yang terstruktur, berkesinambungan, dan didukung kepastian program dalam jangka panjang.

“Prestasi olahraga tidak dibangun dalam hitungan bulan, tetapi melalui proses bertahun-tahun yang membutuhkan kepastian program dan dukungan yang berkelanjutan,” ujar Rosan di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Dukungan tersebut disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan pembinaan olahraga nasional yang mendapat tindak lanjut melalui inisiatif Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk menerapkan sistem pelatnas berkelanjutan dengan dukungan anggaran multiyears.

Rosan menjelaskan, konsep pelatnas jangka panjang sejatinya telah diterapkan PB PABSI sejak 2015 melalui sistem pelatnas terpusat tanpa pemulangan atlet.

Dalam model tersebut, atlet dibina secara berjenjang mulai dari kategori youth, junior, hingga senior dalam satu sistem yang terintegrasi.

Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek latihan teknik dan fisik, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan gizi, pembinaan mental, serta dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga atau sport science secara berkelanjutan.

“Atlet sudah dibina sejak usia 14 hingga 15 tahun melalui pendekatan yang komprehensif. Dengan sistem yang konsisten, proses pembentukan atlet dapat berjalan lebih optimal hingga mencapai level tertinggi,” katanya.

Menurut Rosan, pendekatan tersebut telah menghasilkan berbagai prestasi internasional yang menjadi bukti efektivitas pembinaan jangka panjang.

PB PABSI mencatat sejumlah pencapaian penting dalam satu dekade terakhir, termasuk medali emas Olimpiade 2024, gelar juara dunia, rekor dunia, serta prestasi di Asian Games yang sebelumnya belum pernah diraih Indonesia di cabang olahraga angkat besi.

Capaian tersebut, kata Rosan, menunjukkan bahwa investasi pembinaan yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan prestasi yang berkelanjutan di tingkat internasional.

Ia menilai kebijakan pemerintah untuk memperkuat sistem pelatnas nasional akan memberikan kepastian bagi federasi olahraga dalam menyusun program pembinaan jangka panjang tanpa terganggu perubahan siklus anggaran tahunan.

“Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pembinaan yang berkelanjutan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan prestasi olahraga dan melahirkan lebih banyak juara dunia di masa depan,” ujarnya.

Selain mendukung pelatnas jangka panjang, PB PABSI juga menyambut baik gagasan pengembangan Akademi Olahraga sebagai bagian dari strategi memperluas pembinaan atlet sejak usia sekolah dasar.

Rosan menegaskan bahwa negara-negara yang sukses mendominasi olahraga dunia umumnya memulai proses pencarian dan pembinaan atlet sejak usia dini.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, namun memerlukan sistem identifikasi bakat dan pembinaan yang lebih terstruktur agar potensi tersebut dapat berkembang menjadi prestasi.

“Semakin dini potensi atlet ditemukan dan dibina, semakin besar peluang Indonesia melahirkan generasi atlet yang mampu bersaing di tingkat SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga disabilitas sebagai bagian dari pembangunan olahraga nasional yang inklusif.

Menurutnya, setiap warga negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial.

“Setiap anak bangsa harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.

PB PABSI menegaskan kesiapannya mendukung agenda pemerintah dalam membangun sistem pembinaan olahraga nasional yang berkelanjutan, kompetitif, dan mampu mencetak generasi atlet masa depan yang berprestasi di tingkat dunia.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!