Warga Demak Khawatir Dampak Tol Tanggul Laut, Prof Sudharto Soroti Pentingnya Perencanaan

Pakar Lingkungan Undip itu juga menyebut perencanaan dan perhitungan dampak yang didasarkan pemetaan, akan penting menjadi kerangka ilmiah yang suatu saat dibutuhkan sebagai saran untuk mendukung penanganan bencana yang terus berlanjut. 

Dicky Aditya
4 Min Read
Rob yang melanda Jalur Pantura Demak dan permukiman warga

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Bencana abrasi atau rob yang melanda pesisir Demak sejak bertahun-tahun lalu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Buktinya, pembangunan infrastruktur untuk mengatasi masalah rob dengan tanggul laut terintegrasi jalur tol Tol Semarang – Demak terus dikebut guna menghadapi persoalan bencana banjir rob berhasil tertangani.

Namun, muncul permasalahan baru yang bagi warga terdampak rob dinilai terjadi sebagai dampak pembangunan infrastruktur tersebut. Menurut warga, kondisi bencana banjir dipicu rob bukan berhenti teratasi oleh tol sekaligus tanggul laut yang sedang fokus diselesaikan pemerintah, tetapi genangan disebut lebih meluas dan muncul di wilayah aman yang sebelumnya tidak terkena dampak digenangi rob.

Bencana rob di pesisir Demak membuat permukiman warga di Timbulsloko tenggelam

Bagi warga, rasa senang dengan kehadiran jalan tol yang juga berfungsi tanggul penahan rob serta keinginan hidup normal dari dihantui kecemasan bencana abrasi tiba-tiba berubah perasaan putus asa. Padahal, kondisi selama bertahun-tahun memaksa warga tetap bertahan di bawah ketakutan terjangan banjir rob yang sewaktu-waktu siap dihadapi.

Selain membangun Tol Semarang – Demak sebagai jalur mobilisasi pertumbuhan perekonomian strategis serta berguna untuk penahan gelombang di pesisir utara Laut Jawa, pemerintah juga akan menyiapkan upaya berkelanjutan melalui tanggul laut raksasa alias giant sea wall, untuk disiapkan mampu menangani rob yang melanda wilayah-wilayah di bagian utara Pulau Jawa. Giant sea wall tersebut akan dibangun pemerintah membentang mulai dari wilayah barat dan dilanjutkan hingga ke timur.

Menanggapi permasalahan ini, Pakar Ilmu Lingkungan Universitas Diponegoro (Undip) Prof Sudharto P Hadi menjelaskan bahwa penanganan permasalahan rob harus berkesinambungan bukan hanya dengan infrastruktur telah dibuat dapat selesai, melainkan dalam jangka panjang termasuk dampak negatif yang ditimbulkan pembangunan di pesisir juga sejak awal perlu diperhatikan dan ada perencanaan.

“Untuk menghindari pembangunan infrastruktur berdampak buruk perencanaan juga sangat penting. Sejak proses awal perencanaan, pengerjaan konstruksi, penyelesaian dan terakhir setelah proyek nasional difungsikan juga tidak akan bisa jika hanya dibiarkan selesai, tetapi juga memiliki dukungan pemetaan dampak. Sehingga, pembangunan memberikan manfaat nyata yang diperlukan masyarakat,” kata Prof Sudharto, saat dihubungi Minggu (21/7).

Ia juga menilai, kemungkinan jika kemudian dalam pembuatan infrastruktur memunculkan permasalahan baru, maka sumber masalahnya adalah pemerintah pada proses awal kurang matang untuk menyiapkan kajian sebagai dasar ilmiah konstruksi. Selain itu, kendala teknis yang ditemukan di tengah pekerjaan berjalan menjadi tuntutan bagi pelaksanaan harus dapat di atasi, siap menyusun rencana baru, maupun menentukan perencanaan mendadak guna dukungan langkah yang diambil sesuai dengan target.

Dampak rob di Demak menyebabkan permukiman warga Timbulsloko tenggelam

Pakar Lingkungan Undip itu juga menyebut perencanaan dan perhitungan dampak yang didasarkan pemetaan, akan penting menjadi kerangka ilmiah yang suatu saat dibutuhkan sebagai saran untuk mendukung penanganan bencana yang terus berlanjut.

“Masalah bencana rob di Kota Semarang dan sekitarnya bukan lagi merupakan persoalan biasa, tetapi sudah menjadi permasalahan serius yang untuk menangani hal tersebut dibutuhkan campur tangan berbagai pihak. Untuk jauh lebih efektif dan pembangunan tepat sasaran, tidak sebatas membuat konstruksi, pembangunan tanggul selesai dan berfungsi, ataupun wilayah pusat perekonomian dan penyangga telah dilalui jalur tol, tetapi juga upaya dalam bentuk dukungan perencanaan ilmiah menjadi sangat penting dan akan bermanfaat bagi kebaikan maupun bisa saja dibutuhkan suatu saat nanti,” jelas Sudharto.

Dalam pembangunan infrastruktur tol sekaligus tanggul laut di Demak, diharapkan berhasil mencegah wilayah yang selama ini mengalami banjir dan tergenang rob dapat aman dan selamat.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!