HEADLINNEWS.ID – Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang akan digelar pada 25-31 Oktober mendatang menjadi momentum penting dalam mematangkan atlet-atlet potensial. Ajang yang berlangsung di Semarang Raya tersebut diharapkan menjadi batu loncatan bagi Jawa Tengah untuk mewujudkan target masuk tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan peningkatan prestasi olahraga harus dipersiapkan secara serius melalui pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing dengan daerah-daerah kuat lainnya di tingkat nasional.
“Prestasi Jawa Tengah pada PON mendatang harus meningkat. Kami mendukung penuh target masuk tiga besar pada PON 2028,” ujar Mohammad Saleh di sela-sela pertemuan dengan audiensi Komite Olahraga Nasional (KONI) Jateng, belum lama ini.
Ia menilai Porprov Jateng 2026 menjadi tahapan strategis dalam proses pencarian sekaligus pematangan atlet yang nantinya diproyeksikan memperkuat kontingen Jawa Tengah pada PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah itu, Porprov bukan hanya menjadi ajang persaingan antar daerah, tetapi juga sarana untuk mengukur kualitas, kemampuan, dan mental bertanding para atlet.
“Porprov Jateng sangat penting untuk mengukur kesiapan atlet potensial menghadapi PON. Ini menjadi salah satu barometer peningkatan prestasi olahraga Jawa Tengah,” katanya.

Berdasarkan kalkulasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, kontingen Jateng diperkirakan membutuhkan sedikitnya 150 medali emas untuk mengamankan posisi tiga besar pada PON 2028. Target tersebut berkaca dari capaian Jawa Timur yang menempati peringkat ketiga pada PON 2024 dengan raihan 146 medali emas.
Sementara pada PON sebelumnya, Jawa Tengah menempati posisi kelima dengan perolehan 71 medali emas, 74 perak, dan 115 perunggu. Karena itu, Saleh menilai peningkatan prestasi harus diiringi dengan program pembinaan yang terukur serta dukungan seluruh pihak.
“Tantangannya memang tidak ringan, tetapi target tersebut harus diperjuangkan melalui pembinaan yang serius dan persiapan yang matang,” ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Saleh juga menekankan pentingnya dukungan anggaran serta sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan agar target peningkatan prestasi olahraga dapat tercapai.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Tengah menembus tiga besar PON tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Kami di DPRD siap mendukung upaya peningkatan prestasi olahraga, termasuk mengawal kebutuhan pendanaan agar pembinaan atlet dan pelaksanaan Porprov dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.

