Dugaan Pemalsuan Dokumen, Sekjen PPP Gus Yasin: Saya Tanda Tangan Sendiri, Mana Ada Pemalsuan?

Witarto
By
Witarto
3 Min Read
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.ID, SEMARANG – Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau akrab disapa Gus Yasin, menolak keras tuduhan pemalsuan dokumen yang dilayangkan kepadanya.

Menurutnya, seluruh tanda tangan yang ia gunakan adalah asli dan dilakukan sendiri, sehingga tidak ada dasar bagi tuduhan pemalsuan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Gus Yasin di Semarang, Rabu (17/6/2026), sebagai tanggapan atas laporan polisi yang diajukan kader internal partai, M. Nasir—Ketua DPC PPP Jakarta Selatan—beserta kelompoknya ke Polda Metro Jaya.

“Dikatakan tanda tangan saya palsu, padahal yang menandatangani adalah saya sendiri. Saya yang mengeluarkan dokumen itu. Kalau saya menandatangani atas nama orang lain, barulah itu bisa disebut palsu. Tapi ini tanda tangan saya sendiri, saya yang keluarkan. Jika mereka menganggapnya palsu, silakan saja proses hukum berjalan,” tegas Gus Yasin kepada awak media.

Hingga saat ini, Gus Yasin mengaku belum menerima panggilan atau konfirmasi resmi dari kepolisian terkait laporan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

“Sampai saat ini saya belum mendapat konfirmasi secara langsung. Namun saya siap mengikuti proses apa pun yang ada,” tambahnya.

Sebelumnya, tercatat dua laporan polisi masuk ke Polda Metro Jaya yang saling berkaitan. Pertama, Taj Yasin dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen dan stempel partai. Kedua, Wakil Ketua Umum PPP Agus Suparmanto dilaporkan atas dugaan pemalsuan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Kasus ini muncul di tengah dinamika internal PPP pasca-Muktamar. Sebelumnya, sempat terjadi perselisihan antara kubu Ketua Umum PPP Mardiyono dengan kubu Taj Yasin dan Agus Suparmanto.

Perselisihan itu kemudian dinyatakan berakhir dan disusun komposisi kepengurusan gabungan: Agus Suparmanto yang sempat maju sebagai calon ketua umum kemudian diangkat menjadi Wakil Ketua Umum, sedangkan Taj Yasin ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal.

Kesepakatan penyatuan kedua kubu ini sempat memunculkan harapan besar agar PPP kembali meraih kursi di parlemen. Kehadiran Gus Yasin—putra tokoh pesantren Mbah Maimoen Zubaer—diharapkan mampu memperkuat dukungan dari basis masyarakat berbasis pesantren. Namun, alih‑alih berjalan stabil, figur yang diharapkan menjadi penggerak partai ini justru kini menghadapi serangkaian tuduhan dan pencarian kesalahan di lingkungan internal partainya sendiri.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!