HEADLINNEWS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan lebih berdaya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membentuk Karakter Masyarakat yang Tangguh melalui Pengembangan UMKM”. Kegiatan digelar DPRD Kota Semarang bersama Forum Wartawan Kota (Forwakot) di Maari Resto Nusantara Ventura Semarang, Selasa (26/5/2026).
Joko Widodo menekankan pentingnya pendampingan menyeluruh bagi pelaku UMKM, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, akses permodalan, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran.
“Kami mendorong Dinas Koperasi dan UMKM untuk fokus pada empat aspek ini agar UMKM di Semarang bisa naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” ujar Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi fondasi utama agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan kompetitif. Selain itu, DPRD juga mendorong penghidupan kembali program Kredit Wibawa yang sempat berhenti sejak 2023.
“Program kredit lunak Rp5 juta hingga Rp10 juta sangat membantu UMKM kecil. Kalau dihidupkan kembali, dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan usaha mereka,” katanya.
Di sektor pemasaran, DPRD mendorong peningkatan pelatihan pemasaran digital. Menurut Joko Widodo, pemanfaatan marketplace dan platform online dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk hingga ke tingkat nasional dan ekspor.
“Produk kerajinan, kuliner, hingga furnitur Semarang punya potensi besar jika dipasarkan secara digital,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber dari Forwakot, Mushonifin, menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama keberlangsungan UMKM di era modern.
“UMKM yang mengadopsi pemasaran online terbukti mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing,” ujar Mushonifin.
FGD ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, media, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem usaha yang tangguh dan berkelanjutan di Kota Semarang.

