HEADLINNEWS.ID – Komisi A DPRD Jawa Tengah menyiapkan strategi pencegahan konflik sosial mencegah gesekan kepentingan. Praktik solusi meminimalisir konflik akan diterapkan langsung di masyarakat.
Ketua Komisi A DPRD Jateng Imam Teguh Purnomo menjelaskan bahwa permasalahan utama penyebab konflik telah dilakukan pembahasan bersama sejumlah pihak terkait. Menurutnya, termasuk pendekatan dalam meminimalkan kemungkinan konflik juga sudah ada.
“Kami telah mengetahui pendekatan hasil dari pembahasan. Sehingga, bisa meminimalkan konflik,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Setiap daerah dinilai memiliki peta penyebaran potensi dan ancaman konflik yang berbeda-beda. Mulai dari konflik industri hingga konflik sosial kemasyarakatan. Pembahasan juga menyeluruh hingga strategi meredam konflik terjadi.
Karena itu, menurut Imam, setiap daerah dituntut menggunakan model mitigasi dan penanganan konflik yang bervariatif. Selain itu, juga solusi tersebut dilaksanakan dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi untuk merumuskan strategi didasarkan kajian akademis.
“Beberapa kampus kita ajak terlibat untuk menjalankan penerapan dan mendukung kajian ilmiah. Sehingga, permasalahan juga memiliki landasan pembahasan akademis,” ucap dia.
Isu-isu tertentu rawan memicu konflik dilihat dari sudut pandang manajemen ancaman. Terutama seperti isu keagamaan, budaya, dan kerukunan dinilai terlalu sensitif.
Menurut Ketua Komisi A DPRD Jateng itu, pendekatan yang dilakukan adalah merangkul semua elemen dan mengajak bagaimana dalam menjaga kerukunan.
“Kita sinergikan komitmen bersama untuk damai dan meredam perpecahan. Tugas berat kita adalah menumbuhkan toleransi dan saling merasa memiliki, sehingga tercipta masyarakat yang rukun serta harmonis,” kata Imam Teguh.

