Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

DPRD Jateng Dorong Balai Pembibitan Ternak Jadi Mesin Baru Pendongkrak PAD

Komisi B DPRD Jateng berharap balai-balai pembibitan ternak di berbagai daerah dapat menjadi pusat pengembangan bibit unggul sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan warga dan peningkatan pendapatan daerah.

HL-News
By
HL-News
3 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDKomisi B DPRD Jawa Tengah mendorong balai-balai pembibitan ternak milik pemerintah daerah untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan memaksimalkan aset lahan dan potensi ternak lokal, sektor peternakan dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan saat Komisi B DPRD Jateng melakukan pemantauan ke Satuan Kerja Pembibitan Ternak Pagerkukuh, Kabupaten Wonosobo, Kamis (18/6/2026).

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng, Sholeha Kurniawati, menegaskan bahwa balai pembibitan tidak boleh hanya berfungsi sebagai unit teknis semata. Menurutnya, balai pembibitan harus menjadi pusat pengembangan bibit unggul yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi daerah.

“Pertumbuhan sektor peternakan dimulai dari hulu, yaitu pembibitan. Kalau bibitnya kuat dan berkualitas, maka sektor di hilir juga akan berkembang. Jawa Tengah memiliki aset dan balai pembibitan yang potensial, tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya agar lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap PAD,” ujarnya.

Menurut Sholeha, sektor peternakan menjadi salah satu sektor yang cukup menjanjikan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Selain memiliki pasar yang luas, sektor ini juga relatif lebih tahan terhadap berbagai gangguan dibanding beberapa subsektor pertanian lainnya.

Data menunjukkan, subsektor peternakan di Jawa Tengah terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa peternakan dapat menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di masa mendatang.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Harun Abdul Khafidz, menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki banyak potensi ternak lokal yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan. Salah satunya terlihat di Balai Pembibitan Pagerkukuh yang mampu menghasilkan susu segar setiap hari dari puluhan sapi perah yang dipelihara.

“Potensi ekonomi dari peternakan lokal sangat besar. Selain menghasilkan susu segar, Jawa Tengah juga memiliki berbagai plasma nutfah unggulan seperti Sapi Jabres yang menjadi kekayaan daerah dan perlu terus dikembangkan,” katanya.

Harun menilai penguatan sektor pembibitan menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan produksi sekaligus meningkatkan daya saing peternakan daerah.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jateng, Muhaimin, mengingatkan bahwa pengembangan sektor peternakan masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan lahan hingga sarana pendukung produksi dan distribusi.

Karena itu, pihaknya mendorong adanya dukungan anggaran serta perluasan kerja sama dengan koperasi maupun pelaku usaha lokal agar hasil produksi peternakan dapat terserap secara optimal.

“Jawa Tengah dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Namun kekuatan ekonomi daerah tidak boleh hanya bertumpu pada sektor tanaman pangan. Peternakan juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang perlu terus dikembangkan,” tegasnya.

Komisi B DPRD Jateng berharap balai-balai pembibitan ternak di berbagai daerah dapat menjadi pusat pengembangan bibit unggul sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan warga dan peningkatan pendapatan daerah.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!