TNI AL Usulkan Gajah Mada dan Soedirman Jadi Nama Kapal Induk

TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan nama Gajah Mada atau Jenderal Soedirman untuk kapal induk Indonesia pertama. Keputusan akhir di tangan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengajukan dua nama tokoh sejarah, Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, untuk menjadi nama kapal induk pertama Indonesia yang saat ini masih bernama Giuseppe Garibaldi. Keputusan akhir penamaan akan ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Usulan tersebut disampaikan pejabat TNI AL, Ali, saat memberikan keterangan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni. Kapal induk itu dijadwalkan tiba di Indonesia pada 2026.

Ali mengatakan kedua nama dipilih karena memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Namun, TNI AL belum menjelaskan alasan rinci di balik pengusulan dua nama tersebut.

Gajah Mada dikenal sebagai Mahapatih Majapahit yang mencetuskan Sumpah Palapa, sebuah gagasan yang kerap dikaitkan dengan cita-cita penyatuan Nusantara.

Sementara itu, Jenderal Soedirman merupakan panglima besar dalam perang kemerdekaan Indonesia dan menjadi salah satu dari tiga jenderal yang dianugerahi pangkat jenderal besar bintang lima.

Menurut Ali, nama yang dipilih nantinya akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelum resmi disematkan pada kapal tersebut.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan nama Gajah Mada atau Jenderal Soedirman untuk kapal induk Indonesia pertama. Keputusan akhir di tangan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. (Foto : AntaraNews)

Kapal induk pertama Indonesia ini merupakan eks kapal induk Italia Giuseppe Garibaldi yang dibangun oleh perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri. Kapal itu memiliki keterkaitan dengan dua fregat baru TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, yang juga diproduksi oleh perusahaan yang sama.

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Kapal tersebut dilengkapi sistem peperangan elektronik dan pengacak radar.

Persenjataannya meliputi peluncur ganda Mk.29 untuk rudal permukaan ke udara Sea Sparrow atau Selenia Aspide, dua meriam Oto Melara 40L70 DARDO, tiga tabung torpedo kaliber 324 mm, serta rudal anti-kapal Otomat Mk 2.

Kedatangan kapal induk pada 2026 diproyeksikan menjadi salah satu tonggak modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL dan memperkuat kemampuan pertahanan maritim Indonesia.

Pemilihan nama Gajah Mada atau Jenderal Soedirman menunjukkan upaya pemerintah mengaitkan modernisasi pertahanan dengan simbol sejarah nasional. Nama Gajah Mada membawa narasi persatuan Nusantara, sedangkan nama Jenderal Soedirman merepresentasikan perjuangan militer dan ketahanan bangsa.

Kehadiran kapal induk juga akan meningkatkan daya proyeksi kekuatan maritim Indonesia di kawasan. Namun, pengoperasian kapal induk membutuhkan dukungan anggaran besar, kesiapan personel, sistem logistik, dan integrasi dengan armada tempur lain agar aset strategis tersebut dapat beroperasi secara optimal.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!