Groundbreaking Pusat Smart City IKN-Korsel Dimulai, Nilainya Rp115 Miliar

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Pemerintah Korea Selatan memulai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Proyek kerja sama ini didukung hibah senilai 9,9 miliar Won Korea atau sekitar Rp115,94 miliar.

Peletakan batu pertama dilakukan pada Kamis, 18 Juni 2026, di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, KIPP Nusantara. Acara tersebut dihadiri delegasi Korea Selatan dari Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT), International Contractors Association of Korea (ICAK), CJ OliveNetworks/CJ Consortium, Korea Institute of Civil Engineering and Building Technology (KICT), dan Site Planning.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi pembangunan SCCC dipilih sebagai langkah memperkuat kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengembangan kota cerdas di Nusantara.

“Proyek ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan kedua negara dalam membangun ekosistem smart city di IKN,” kata Basuki dalam keterangan yang diterima headlinnews.id.

Director MoLIT Choi Jung-won mengatakan SCCC diharapkan menjadi ruang kolaborasi jangka panjang antara Indonesia dan Korea Selatan di bidang pengembangan kota cerdas.

Dari total hibah Rp115,94 miliar, sebesar 5,5 miliar Won Korea atau sekitar Rp64,41 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan gedung SCCC. Gedung tersebut memiliki luas 1.098 meter persegi dan dibangun dalam dua lantai.

Lantai pertama akan digunakan sebagai control room dan ruang pertemuan. Sementara lantai kedua akan difungsikan sebagai area pameran dan AI & Robotics Lab. Area luar bangunan juga akan dimanfaatkan untuk urban farming sebagai demonstrasi penerapan teknologi ramah lingkungan.

Selain pembangunan fisik, kerja sama ini mencakup penyusunan Smart City Masterplan dan Smart Building Protocol oleh KICT. Program lain yang masuk dalam paket hibah meliputi Nusantara Smart City Forum dan Capacity Building Program yang dijalankan oleh University of Seoul.

Otorita IKN menargetkan SCCC menjadi pusat kolaborasi kota cerdas Indonesia-Korea, laboratorium digital dan lingkungan, serta sarana demonstrasi berbagai solusi smart city di kawasan IKN.

Pembangunan gedung diperkirakan berlangsung selama 10 bulan dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir 2027.

Groundbreaking SCCC menunjukkan proyek IKN masih menarik dukungan internasional di tengah sorotan terhadap pembiayaan dan percepatan pembangunan ibu kota baru. Masuknya hibah dari Korea Selatan mengurangi ketergantungan pada pendanaan APBN sekaligus membuka peluang transfer teknologi di bidang kota cerdas dan kecerdasan buatan.

Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan gedung. Efektivitas transfer pengetahuan, pemanfaatan laboratorium digital, serta integrasi teknologi smart city ke dalam layanan publik IKN akan menjadi indikator utama apakah kerja sama senilai Rp115,94 miliar ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan Nusantara.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *