Headlinnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bergerak cepat mengantisipasi datangnya musim kemarau yang puncaknya diprediksi terjadi pada dasarian ketiga Bulan Agustus 2026.
Salah satu langkah strategis yang diambil dengan menggelar Sidang Komisi Irigasi guna memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap aman dan andal yang dilaksanakan di Ruang Progo Pistan DPUPR, Selasa (9/6/2026).
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Temanggung, Yusuf Edi Nugroho, menjelaskan bahwa sidang ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan air irigasi yang mencukupi saat dibutuhkan, sekaligus meminimalisasi risiko banjir, jika terjadi kelebihan debit air di kemudian hari.
“Menghadapi musim kemarau, fokus utama kita adalah memastikan air irigasi cukup dan dapat diandalkan oleh para petani. Di sisi lain, kita juga tetap mengantisipasi agar tidak terjadi banjir saat ada kelebihan air. Oleh karena itu, diperlukan manajemen tata pengelolaan air yang terintegrasi,” ujar Yusuf Edi Nugroho.
Dalam sidang tersebut, beberapa topik krusial menjadi bahasan utama, diantaranya penguatan kelembagaan pengelola air irigasi, serta pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan Komisi Irigasi itu sendiri.
Yusuf menambahkan, mengacu pada Peraturan Menteri PU Nomor 17/PRT/M/2015, Pemkab Temanggung saat ini tengah melakukan penyesuaian kepengurusan Komisi Irigasi yang sebelumnya didasarkan pada SK Bupati Nomor 650 Tahun 2017.
Guna mendukung kepastian hukum, pengelolaan ini juga telah diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Irigasi.
“Perda Nomor 11 Tahun 2025 ini akan menjadi payung hukum utama kita dalam mengoptimalkan seluruh tata kelola irigasi kedepan,” tegasnya.
Pemkab menyiapkan skenario mitigasi, jika terjadi penurunan ketersediaan air secara drastis berdasarkan faktor K (koefisien ketersediaan air) Kondisi K > 0,75: Dilakukan penggenangan terus-menerus pada saluran induk, sekunder, hingga tersier. Kondisi K < 0,25: Saluran air diprioritaskan khusus untuk tanaman padi yang sedang dalam masa pertumbuhan dan pembuahan.
“Secara ketersediaan sumber daya, Temanggung sebenarnya tidak kekurangan air. Angka kita surplus. Yang kita perlukan kedepan hanyalah komitmen bersama dalam menerapkan manajemen tata pengelolaan air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” pungkas Yusuf.

