HEADLINNEWS.ID – Mengawali langkah di dunia kerja, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Cepu memilih cara yang unik dan berdampak nyata untuk memulai Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Alih-alih berada di dalam studio, mereka turun langsung ke lapangan dengan menjelajahi pusat jajanan tradisional di Gang Panggang, Jalan Gunung Sumbing, Blora, Kamis (4/6).
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengasah kemampuan mereka dalam mempromosikan warisan kuliner lokal melalui media digital.
Bagi Widia, Angga, dan Binta, siswa DKV SMKN 1 Cepu, makanan tradisional bukan sekadar santapan, melainkan objek visual yang kaya cerita, warna, dan tekstur.
“Pusat jajanan Gang Panggang menyediakan panggung visual yang sempurna,” ujar Widia.
“Di sini kreativitas kami ditantang untuk mengubah tampilan jajanan pasar yang sederhana menjadi konten media sosial yang estetis, modern, dan menggugah selera,” tambah Angga dan Binta.
Melalui kegiatan awal PKL di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Blora, para siswa mengemban sejumlah misi penting.
Pertama, melakukan eksplorasi budaya dengan mengenal lebih dekat sejarah dan keunikan makanan khas Blora langsung dari para perajinnya.
Kedua, memproduksi konten kreatif melalui fotografi produk, pembuatan video sinematik, serta penyusunan narasi atau copywriting yang menarik.
Ketiga, mendukung digitalisasi UMKM dengan membantu mempromosikan lapak jajanan tradisional agar lebih dikenal generasi muda melalui platform digital seperti Instagram dan TikTok.
Pembimbing PKL, Teguh, mengatakan proses pembuatan konten tersebut memberikan pengalaman belajar yang interaktif bagi para siswa.
“Siswa belajar berinteraksi dengan pedagang, menangkap momen pembuatan kue, hingga mengemas video ulasan makanan dengan gaya yang segar khas anak muda,” jelasnya.
Menurutnya, keahlian teknis seperti pengaturan pencahayaan alami dan teknik pengambilan gambar makro juga diuji langsung di lapangan.
Melalui sentuhan kreativitas para siswa, jajanan tradisional yang selama ini dikenal terbatas di lingkungan sekitar memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui media sosial.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan industri bagi siswa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung ekonomi kreatif dan pariwisata kuliner di Kabupaten Blora.
“Ini adalah langkah awal yang manis, semanis jajanan pasar yang mereka abadikan,” pungkas Teguh.

