Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Sarasehan dan Ngaji Pancasila di Rumah Walikota Semarang Perkuat Toleransi dan Wawasan Kebangsaan

Acara dimulai dengan registrasi peserta dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah.

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.ID – Forum Kiai Santri Pancasila (FKSP) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang menggelar Sarasehan dan Ngaji Pancasila bertema “Memaknai Hari Lahir Pancasila untuk Meningkatkan Toleransi dan Wawasan Kebangsaan”. Kegiatan hybrid ini berlangsung di Rumah Walikota Semarang, Jalan Watu Kaji, Gedawang, Senin (1/6/2026).

Acara dimulai dengan registrasi peserta dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah. Suasana keakraban terbangun saat peserta menikmati makan malam bersama sebelum memasuki rangkaian inti.

Seluruh hadirin berdiri khidmat menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Ketua FKUB Kota Semarang. Momen ini menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa di tengah keberagaman.

Kegiatan yang didukung Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang ini menunjukkan sinergi kuat antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah dalam memperkuat pemahaman Pancasila.

Doa lintas agama dipimpin KH. Drs. Ulin Nuha, M.M. dan didampingi tokoh dari berbagai agama serta penghayat kepercayaan, menjadi salah satu highlight yang memperlihatkan semangat kerukunan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam sambutannya menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momentum penting untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan gotong royong.

“Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari agar keharmonisan Kota Semarang tetap terjaga,” ujar Agustina.

Sarasehan dan Ngaji Pancasila yang dimoderatori K.H. A. Robani Albar, S.H., M.H. menghadirkan narasumber dari lintas agama, menjadi wujud nyata dialog kebangsaan yang inklusif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memahami pentingnya toleransi, saling menghormati perbedaan, serta memperkuat wawasan kebangsaan di Kota Semarang.

Editor: HL-News
TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!