Diplomasi Budaya Maritim dan Pencak Silat Dinilai Strategis bagi Indonesia

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Budaya maritim dan pencak silat dinilai dapat menjadi bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia untuk membangun kepercayaan antarnegara dan meredakan ketegangan di kawasan Asia Tenggara serta Indo-Pasifik. Tokoh budaya dan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia, Ujang Supriatin, mengusulkan pemanfaatan warisan budaya dan kearifan lokal dalam kerja sama pertahanan regional.

Ujang, yang dikenal dengan sapaan Abah Ujang Guru, menyebut pendekatan budaya dapat melengkapi kekuatan militer dalam hubungan antarnegara. Menurut dia, pertukaran seni, pemahaman budaya, dan tradisi lokal dapat digunakan sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan atau confidence-building measures.

Salah satu pendekatan yang diajukan ialah memasukkan pemahaman budaya kawasan ke dalam pendidikan dan pelatihan militer. Nilai gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika juga disebut dapat menjadi rujukan dalam membangun pemahaman lintas budaya.

Dalam pelaksanaannya, Ujang mengusulkan pertukaran budaya melalui festival seni dan pertunjukan musik tradisional dalam latihan bersama di forum ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM). Diplomasi kuliner serta pemberian cendera mata berupa batik dan keris juga masuk dalam bentuk pendekatan yang dia paparkan.

Pendekatan budaya, menurut Ujang, juga dapat diterapkan dalam penanganan konflik dan keamanan perbatasan. Kesamaan akar budaya dan suku di wilayah perbatasan dapat dimanfaatkan untuk meredakan ketegangan melalui pendekatan adat, termasuk dengan melibatkan pemangku adat dalam patroli terkoordinasi berbasis komunitas.

Di bidang penanggulangan bencana, ia mencontohkan tradisi Smong dari Simeulue, Aceh, yang memuat kearifan lokal dalam menghadapi tsunami. Pengetahuan tersebut dapat dibagikan melalui latihan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di tingkat regional.

Ujang juga menyoroti hubungan budaya dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurut dia, interaksi masyarakat dengan laut melahirkan tradisi dan pengetahuan bahari yang membentuk identitas masyarakat pesisir.

Tradisi Petik Laut, Sedekah Laut, dan ritual peluncuran kapal tradisional Pinisi menjadi beberapa contoh yang ia kemukakan. Tradisi tersebut berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir dan kepulauan, termasuk cara mereka memaknai serta memanfaatkan lingkungan maritim.

Selain budaya bahari, Ujang menilai pencak silat memiliki peran dalam diplomasi dan pertahanan negara. Ia merupakan pelaku seni bela diri pencak silat dan debus selama puluhan tahun serta tercatat sebagai pengurus DPP Persatuan Pencak Silat Seluruh Indonesia, yang disebut telah tersebar di 17 provinsi.

Namun, pemanfaatan budaya dalam diplomasi pertahanan juga menghadapi sejumlah tantangan. Ujang mengingatkan risiko komersialisasi dan politisasi budaya yang dapat memicu ketegangan diplomatik baru, selain perlunya memastikan relevansi pendekatan tersebut dalam operasi pertahanan.

Ia juga menyebut perlunya koordinasi antara Kementerian Pertahanan, TNI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pendidikan dalam penerapan pendekatan berbasis budaya.

Gagasan diplomasi pertahanan berbasis budaya yang disampaikan Ujang mencakup pertukaran seni, pelibatan pemangku adat di wilayah perbatasan, hingga berbagi pengetahuan mitigasi bencana. Namun, materi sumber masih berupa usulan dan pandangan narasumber, bukan kebijakan resmi pemerintah atau program kerja sama regional yang telah berjalan.

Penerapan gagasan tersebut memerlukan kejelasan bentuk program, pembagian peran antarlembaga, dan mekanisme pelaksanaan. Risiko komersialisasi serta politisasi budaya yang disebut narasumber juga menjadi persoalan yang perlu diperhitungkan dalam penggunaan warisan budaya untuk kepentingan diplomasi pertahanan.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!