Tarif Transjakarta Disesuaikan 2027, Pengguna Minta Bus Ditambah

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Pengguna Transjakarta meminta penambahan armada menjelang penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027. Mereka berharap perubahan tarif diikuti peningkatan layanan dan biaya perjalanan tetap terjangkau.

Ranti, warga Jakarta Timur yang rutin menggunakan Transjakarta koridor 9, meminta penambahan bus untuk mengurangi waktu tunggu dan kepadatan penumpang saat jam sibuk.

“Jadi ya kalau memang mau naik harganya mungkin bisa dibanyakin juga busnya,” kata Ranti di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026).

Ranti berharap tarif sekali perjalanan tidak melebihi Rp 5.000. Menurut dia, batas tersebut sudah cukup tinggi jika dikalikan untuk perjalanan pulang-pergi yang mencapai Rp 10.000.

Pengguna Transjakarta lainnya, Alfi, warga Jakarta Selatan, menyampaikan harapan serupa. Dia meminta jumlah armada ditambah atau pelayanan ditingkatkan ketika tarif baru mulai berlaku.

Alfi juga berharap kenaikan tarif tidak terlalu besar. Dia mengusulkan tarif Rp 4.000 dan menyebut angka tersebut sudah tergolong kenaikan bagi pengguna.

“Ya kalau saya sendiri mintanya jangan naik-naik bangetlah kalaupun naik,” kata Alfi.

Selain penyesuaian tarif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperluas kelompok penerima layanan gratis Transjakarta dari 15 menjadi 21 golongan.

Ranti menyambut rencana tersebut karena menilai kebijakan itu dapat membantu ibunya yang rutin berobat ke rumah sakit. Alfi juga menilai perluasan penerima layanan gratis akan bermanfaat bagi pelaku UMKM dan pasien yang rutin menjalani pengobatan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengumumkan penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek saat puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta di Balai Samudera, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).

Pramono menyatakan penyesuaian tarif tersebut akan berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Namun, bahan informasi yang tersedia belum mencantumkan besaran tarif baru untuk kedua layanan tersebut.

Penyesuaian tarif Transjakarta memunculkan dua persoalan yang disoroti pengguna dalam bahan ini, yakni keterjangkauan biaya perjalanan dan kecukupan armada. Ranti menekankan kebutuhan mengurangi waktu tunggu serta kepadatan di koridor 9, sedangkan Alfi meminta perbaikan layanan jika tarif berubah.

Rencana perluasan penerima layanan gratis dari 15 menjadi 21 golongan merupakan kebijakan lain yang berkaitan dengan biaya transportasi. Namun, besaran tarif baru dan rincian kelompok penerima manfaat belum tersedia dalam bahan, sehingga dampak perubahan kebijakan terhadap pengeluaran pengguna belum dapat dihitung.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!