HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Hujan mengguyur Kota Semarang yang disambut warga dengan senang setelah mengharapkan turun hujan berbulan-bulan. Di media sosial, tanggapan melalui informasi yang beredar serta berbagai komentar diberikan atas turunnya hujan.
Namun, warga juga merasa khawatir hujan akan menyebabkan banjir. Padahal, hujan yang melanda sebatas hujan ringan, belum pada puncaknya pada musim penghujan yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi pada akhir tahun antara November atau Desember.
Salah satu warga Rahmat mengatakan hujan yang terjadi telah dinantikan sejak beberapa bulan. Akan tetapi, ia juga menilai, rasa khawatir hujan akan memicu banjir harus siap juga dihadapi setiap musim hujan tiba.
“Musim kemarau sudah terjadi sejak pertengahan tahun dan panas sekali. Tapi, musim hujan sangat berisiko terjadi banjir di berbagai wilayah Kota Semarang,” katanya.
Selain merasa takut kondisi sarana dan prasarana belum memadai, warga lain Muhammad Junaidi juga menilai kondisi cuaca yang berubah tiba-tiba membuat meningkatnya kemungkinan terjadi banjir. Apalagi, wilayah Semarang rawan terendam banjir rutin setiap tahun.
“Hampir setiap musim penghujan pasti banjir. Penyebabnya biasanya kesiapan sarana yang belum siap, akhirnya tergenang banjir,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan yang melanda Kota Semarang dan wilayah sekitarnya diprakirakan berpotensi terjadi mulai bulan Oktober ke belakang dan seterusnya.
Dalam beberapa bulan ini, BMKG memprediksi hujan tersebut merupakan tanda bahwa telah masuk pergantian musim.

