Tarif Transjakarta Disesuaikan 1 Januari 2027, Besaran Baru Belum Diumumkan

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Tarif Transjakarta akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027 setelah bertahan di angka Rp3.500 selama lebih dari 20 tahun. Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan besaran tarif baru yang akan berlaku.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan tersebut mencakup layanan transportasi yang tarifnya sudah lama tidak berubah. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Hari Perhubungan Nasional di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

β€œDalam menentukan tarif transportasi yang baru, yang sudah 20 tahun tidak pernah mengalami perubahan, akan kami berlakukan tanggal 1 Januari 2027,” ujar Pramono.

Penyesuaian tarif tidak hanya berlaku untuk Transjakarta. Kebijakan yang sama akan mencakup Transjabodetabek dan LRT Jakarta yang dikelola serta disubsidi Pemprov DKI Jakarta.

Pramono menyebut tarif Transjabodetabek rute Blok M-Soekarno-Hatta saat ini Rp15.000. Sementara tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai saat ini dipatok flat Rp5.000.

Besaran tarif baru untuk ketiga layanan tersebut belum ditetapkan. Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta merekomendasikan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 dan Transjabodetabek Rp10.000, tetapi Pramono belum memastikan angka itu akan digunakan.

Pemprov DKI juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menetapkan tarif baru. β€œYang jelas, di dalam menentukan tarif itu, kami pasti mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak membebani masyarakat,” kata Pramono.

Wacana penyesuaian tarif Transjakarta sebelumnya sudah muncul pada 2023, ketika tarif Rp5.000 sempat dibahas seiring peningkatan layanan dan biaya operasional. Pada 2025, Pramono menyebut beban subsidi menjadi salah satu pertimbangan, dengan subsidi Pemprov DKI untuk setiap penumpang saat itu mencapai lebih dari Rp9.000.

Penyesuaian tarif juga dikaitkan dengan penambahan armada bus listrik. Jumlah bus listrik yang sebelumnya sekitar 200 unit ditargetkan meningkat menjadi 500 unit.

Transjakarta mulai beroperasi pada 15 Januari 2004 dengan tarif gratis selama dua pekan pertama. Pada Februari 2004, tarif perdana ditetapkan Rp2.000 per penumpang, sebelum naik menjadi Rp3.500 setahun kemudian berdasarkan SK Gubernur DKI Nomor 1912/2005.

Tarif Rp3.500 kemudian bertahan selama lebih dari dua dekade. Sementara itu, sistem pembayaran Transjakarta berubah dari karcis kertas menuju tiket elektronik yang mulai diuji pada 2014, kemudian terintegrasi dalam sistem JakLingko.

Sebelum tarif baru berlaku, Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pada saat yang sama, kelompok penerima layanan transportasi gratis juga akan diperluas dari 15 menjadi 21 golongan.

Enam kelompok tambahan itu meliputi pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja warga Jakarta, pasien rujukan rutin dengan keterbatasan ekonomi, pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP dan KJMU, UMKM binaan, serta korban bencana yang masih dalam masa pemulihan.

Penyesuaian tarif mulai 1 Januari 2027 belum disertai angka tarif final, sehingga besaran perubahan untuk masing-masing layanan belum dapat dihitung dari data sumber. Kebijakan ini juga berjalan bersamaan dengan perluasan penerima layanan transportasi gratis dari 15 menjadi 21 golongan.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!