HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang resmi mengoperasikan sebanyak 27 bus listrik yang akan melayani kebutuhan transportasi umum warga.
Ke depannya, bus listrik akan menggantikan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang beroperasi sebagai moda transportasi umum. Dengan jumlah keseluruhan, ada sekitar kurang lebih 284 unit.
Pada tahun 2026 ini, secara bertahap mulai ada armada bus listrik yang dioperasikan.
Walikota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan bahwa peremajaan bus listrik diharapkan dapat mengurangi emisi dan lebih ramah lingkungan.
“Tanpa emisi gas buang akan mengurangi emisi di Kota Semarang,” kata Agustina.
Upaya Pemerintah Kota Semarang menghadirkan bus listrik dinilai akan membuat bus yang diandalkan warga Kota Semarang menghasilkan tanpa emisi yang mengakibatkan pencemaran lingkungan dan lebih nyaman.
Penggantian armada tersebut akan dilakukan bertahap terhadap bus yang sudah tidak layak.
Menurut Walikota Agustina, bus yang lebih ramah lingkungan juga akan meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kita kurangi secara bertahap, satu per satu bus beremisi diganti baru, sampai nantinya seluruh armada bisa diremajakan,” ucap Agustina.
Pihak yang mendukung dengan menyediakan armada bus, yakni dari VKTR Teknologi Mobilitas telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dalam menyiapkan bus listrik baru.
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Ardie Bakrie, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang melakukan transformasi transportasi publik.
“Terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Kota Semarang. Sebagai industri nasional, VKTR bersama mitra terus berkomitmen mendukung seluruh inisiatif keberlanjutan yang dijalankan di Kota Semarang,” kata Ardie.

