HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau yang terjadi akan berakhir pada akhir tahun atau sekitar bulan November. Kemarau panjang yang saat ini melanda, diperkirakan berlanjut diduga akibat masih menunggu pergantian musim.
Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Mas Semarang, Ganis Erutjahjo menjelaskan bahwa fenomena cuaca ekstrem terjadinya kemarau panjang masih terjadi di wilayah Jawa Tengah sampai pada Oktober dan November.
“Musim kemarau panjang yang merata melanda di seluruh wilayah Jawa Tengah masih dirasakan masyarakat kemungkinan hingga beberapa bulan ke depan. Kemarau yang berkepanjangan terjadi pengaruh dari posisi matahari yang sejajar dengan khatulistiwa yang disebabkan wilayah di Indonesia baru memasuki musim penghujan pada bulan-bulan di akhir tahun,” jelas dia, Selasa (22/9).
Cuaca di Jawa Tengah, menurut dia, panas terik yang melanda khususnya pada siang hari selama musim kemarau kemungkinan besar dirasakan masyarakat dengan kondisi lebih meningkat. Kondisi tersebut berpotensi akan berakhir hingga memasuki peralihan masuk pada musim penghujan.
Menurut penjelasan BMKG, suhu panas ekstrem pada siang hari dipicu posisi matahari yang berada dalam posisi vertikal satu garis lurus di atas bumi.
Karena itu, BMKG menghimbau dengan kondisi sekarang ini, tidak perlu terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Sebab, panas terik dan cuaca panas tidak hanya mengganggu, melainkan juga berpotensi berbahaya bagi kesehatan.
“Jika tidak diperlukan keluar, maka tidak perlu. Panas yang terjadi kondisinya terasa menyengat dan bagi tubuh atau jika sering terkena sengatan akan berbahaya yang diakibatkan dampak sinar ultraviolet,” ucap Koordinator Observasi BMKG tersebut.

