Masalah Panas Bumi di Gunung Ungaran Jadi Penolakan, Forum Bersama Stakeholder dan Masyarakat Diskusikan Isu Difasilitasi Undip

Dicky Aditya
3 Min Read
Berbagai stakeholder berdiskusi bersama untuk mengupayakan permasalahan pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran yang digelar di FISIP Undip, Kamis (17/9)

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran terus menjadi permasalahan yang menuai perbincangan dan penolakan di tengah masyarakat. Hal ini kemudian mendorong berbagai pihak salah satunya Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengadakan forum diskusi bersama stakeholder terkait permasalahan tersebut, yang berlangsung di Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip, pada Kamis (17/9).

Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono mengatakan acara forum yang diadakan ini pihak kampus ingin memfasilitasi diskusi bersama antara masyarakat dan berbagai stakeholder.

“Berbagai pihak dan elemen masyarakat terlibat menyampaikan pendapat dan konsep akademik untuk membantu memfasilitasi melalui forum. Kemudian, akan berbuah hasil yang menjadi masukan bagi semua pihak jika ingin bergerak ke depan menentukan sikap atas permasalahan,” ucap Teguh.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi & Kerja Sama Undip Wijayanto menekankan bahwa Undip siap ikut terlibat untuk permasalahan mengenai Gunung Ungaran. Ada berbagai pakar bidang keilmuan yang akan mengawal setiap proses untuk memfasilitasi.

“Kami dari pihak kampus yang terletak dekat dengan wilayah Gunung Ungaran, para akademisi dapat terlibat sesuai bidang keahlian keilmuan masing-masing,” kata dia.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menjelaskan bahwa energi panas bumi di Indonesia saat ini sangat dibutuhkan untuk kebutuhan energi baru dan terbarukan. Namun, ia juga menilai, faktanya pengembangan tersebut masih belum maksimal, sehingga terus akan ditingkatkan di berbagai wilayah.

“Saat ini, energi baru dan terbarukan diperlukan di Indonesia. Produksi panas bumi berada di kawasan-kawasan tertentu, tetapi pengembangan masih lambat. Kasus seperti yang terjadi di Ungaran, menjadi penghambat dan sebelum dilakukan lebih jauh, sejak awal harus diselesaikan,” katanya.

Ke depannya, menurut dia, pengembangan panas bumi tidak hanya untuk energi listrik, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan yang setiap tahun terus meningkat.

“Setiap tahun energi terus meningkat yang berguna memenuhi tingginya kebutuhan di masyarakat,” kata dia.

Priatin Hadi Wijaya, Direkrut yang Membidangi Panas Bumi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai bahwa perencanaan potensi energi yang akan dikembangkan di suatu wilayah tidak akan berjalan jika tidak didukung masyarakat sekitar. Oleh karena itu, masyarakat juga berhak untuk mendukung pengembangan dan turut berkontribusi dalam keberhasilan pembangunan dapat lancar.

“Setiap perencanaan pembangunan fasilitas penting juga tidak terlepas dari masyarakat sekitar yang mendukung pengembangan. Maka dari itu, perencanaan dan dimulainya hingga berhasil, tidak mungkin berjalan jika tidak ada peran masyarakat setempat,” ucap dia.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!