Karhutla Kalimantan, Kedatangan 180 Personel Jepang Disorot di Media Sosial

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Kedatangan 180 personel militer Jepang beserta armada pemadam untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menuai sorotan di media sosial. Penyambutan rombongan di Indonesia dinilai seorang pengguna media sosial asal Jepang terlalu meriah untuk misi pemadaman bencana.

Akun @ushinai_p melalui unggahan berbahasa Jepang mempertanyakan penyambutan tersebut. Ia menyebut para prajurit Jepang datang untuk membantu memadamkan kebakaran di Kalimantan, tetapi justru menerima penyambutan yang disebutnya seperti festival besar di Jakarta.

β€œKapan pemerintah Indonesia akan mulai serius? Pemerintah Indonesia konyol dan membuang-buang waktu,” tulis akun tersebut. Ia juga menyebut prajurit Jepang ingin segera fokus memadamkan api, sementara pasukan Indonesia disebut merencanakan acara yang tidak diperlukan.

Unggahan itu kemudian mendapat komentar dari sejumlah akun Indonesia. Akun @twoyulll menyoroti kontras antara penyambutan rombongan Jepang dan penanganan kebakaran yang dinilai membutuhkan tindakan cepat.

Akun @ainurohman juga mengkritik adanya seremoni saat bencana karhutla masih ditangani. Komentar-komentar tersebut menjadi bagian dari perdebatan di media sosial mengenai penyambutan bantuan Jepang.

Bantuan Jepang tersebut merupakan bagian dari misi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) yang dijadwalkan berlangsung selama 21 hari. Kapal JS Kunisaki yang membawa tiga helikopter dan ratusan personel bersandar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Armada Jepang itu diproyeksikan mendukung pemadaman titik api melalui udara menggunakan helikopter CH-47 Chinook. Pangkalan operasi utama helikopter tersebut berada di Pontianak.

Pemerintah Indonesia menyatakan pengerahan bantuan Jepang mengacu pada Defence Cooperation Arrangement (DCA) Indonesia-Jepang yang disahkan pada 4 Mei 2026. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan pengerahan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara dalam penanganan kemanusiaan.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan personel dan armada Jepang telah diintegrasikan ke dalam komando tim pemadam darat dan udara yang berada di Kalimantan Barat.

Menurut Berton, pemerintah Indonesia tetap memegang kendali operasional penanganan karhutla, sedangkan aset dan personel Jepang ditempatkan sebagai unsur pendukung taktikal.

Data sumber memperlihatkan dua sisi dalam isu ini. Di satu sisi, bantuan Jepang dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla selama 21 hari dengan armada udara, sementara di sisi lain penyambutan kedatangan personel tersebut memicu kritik di media sosial.

Namun, kritik mengenai seremoni terutama bersumber dari unggahan akun media sosial dan komentar pengguna lain. Data sumber tidak memuat tanggapan pihak Indonesia terhadap kritik tersebut, sehingga penilaian mengenai alasan dan pelaksanaan penyambutan perlu dikonfirmasi lebih lanjut sebelum dijadikan kesimpulan pemberitaan.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!