HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Arus lalu lintas di Jalan Gombel Lama, Kota Semarang normal dan lancar setelah selesai perbaikan jalan yang telah dilakukan. Ruas jalan ini sudah dibuka kembali pada Senin (7/9) untuk digunakan aktivitas normal menjadikan Jalan Gombel dua arah lagi.
Namun, warga di sekitar yang selama ini terdampak proyek Pakuwon Mall menilai tetap akan berpegang keinginan untuk terus menunggu tanggung jawab pihak mall.
Persoalan warga tersebut terus berlanjut dan sudah mendapatkan perhatian Pemerintah Kota Semarang untuk pertemuan yang difasilitasi Komisi C DPRD Kota Semarang.
Mewakili Forum Advokasi Rakyat (FAR) Eko Haryanto menjelaskan bahwa kondisi yang dirasakan kembali seperti sebelumnya kehidupan warga telah berdampingan padatnya lalu lintas di kawasan Gombel. Namun, harapan atas persoalan pembangunan proyek Pakuwon Mall, tetap tidak akan dilepaskan untuk menuntut kejelasan.
“Kita kecewa atas pihak mall yang tidak segera menepati tanggung jawab atas rumah-rumah yang rusak. Sehingga, upaya dan tuntutan tentang masalah kerusakan lingkungan tidak akan berhenti tetapi dapat diselesaikan semua pihak yang terkait,” ucap dia, Selasa (8/9).
Tuntutan warga telah sampai pada rapat dengar pendapat bersama DPRD Kota Semarang yang berlangsung Selasa (8/9). Meskipun audiensi sudah dilakukan, tetapi warga belum puas dan masih kecewa terhadap persoalan dampak pembangunan Pakuwon Mall Semarang.
Warga menilai sikap dewan tidak melihat secara keseluruhan kondisi warga di Gombel Lama, sehingga tidak mempedulikan persoalan yang merugikan warga. Bukan hanya lingkungan tempat tinggal rusak, tetapi selama ada proyek tersebut menimbulkan pencemaran udara serta menganggu kenyamanan, dan juga permasalahan utama mengenai izin legalitas perencanaan proyek mall.
Dalam kondisi saat ini, menurut Eko, warga terganggu arus lalu lintas yang ramai dan dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kendaraan truk material pembangunan Pakuwon Mall juga pada dini hari menganggu warga yang sedang terlelap.
“Malah menjadi lebih terganggu dgn jln tsb dibuka. Traffic menjadi lebih ramai, dan kendaraan dari arah selatan kecepatannya tinggi, sehingga tidak bisa menyeberang. Disamping itu, kendaraan proyek Pakuwon seperti mobil/truk molen, truk besar pembawa besi juga mempergunakan/memanfaatkan jalan yang masih baru dan sangat menganggu setiap malam,” katanya.

