HEADLINNEWS.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro Semarang Fakultas Hukum Revalinda Jasmin Ardi, memberikan pendampingan legalitas usaha kepada pelaku UMKM ikan asap melalui fasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kegiatan ini merupakan Program Kerja Multidisiplin 2 dengan tema “Penguatan Daya Saing UMKM Berbasis Inovasi, Standarisasi dan Digitalisasi” di Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/8/2026).
Program pendampingan tersebut berangkat dari potensi UMKM ikan asap Desa Jrakahpayung yang memiliki peluang untuk berkembang ke pasar yang lebih luas. Berdasarkan LRK, aspek legalitas dan identitas usaha masih perlu diperkuat untuk mendukung pengembangan usaha serta mencegah terjadinya konflik atau sengketa di masa mendatang.
Revalinda Jasmin menagatkan, kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara bersama pelaku UMKM untuk mengidentifikasi kondisi legalitas usaha serta kendala dalam memperoleh NIB. Setelah itu, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai pentingnya NIB dan prosedur pendaftarannya.
“Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan membantu pelaku usaha menyiapkan persyaratan administrasi dan memahami tahapan pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pendekatan dilakukan secara langsung agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh bantuan administratif, tetapi juga memahami fungsi NIB sebagai bagian dari legalitas usaha,” jelasnya.
Revalinda Jasmin menyebutkan, pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami bahwa legalitas usaha merupakan salah satu fondasi penting dalam pengembangan usaha. Dengan memahami proses dan manfaat NIB, pelaku usaha diharapkan dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.
“Sasaran program adalah pelaku UMKM ikan asap di Desa Jrakahpayung, khususnya pemilik usaha yang belum memiliki NIB dan membutuhkan pendampingan legalitas usaha. Luaran yang ditargetkan adalah terbitnya NIB serta meningkatnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya legalitas usaha,” terangnya.
Program legalitas ini berjalan berdampingan dengan program multidisiplin lainnya yang menyasar UMKM ikan asap, seperti pendampingan manajemen keuangan, budaya kerja, katalog digital, informasi nilai gizi, kualitas air, strategi promosi, branding, serta pemetaan lokasi UMKM. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing usaha lokal Desa Jrakahpayung secara lebih menyeluruh.
“Keterkaitan SDGs: SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), sejalan dengan fokus program pada penguatan legalitas dan pengembangan daya saing UMKM,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Revalinda Jasmin/Jumadi)

