Belajar Sambil Bermain, Dampingi Pelajar Tingkatkan Fokus Membaca dan Menulis

Jumadi
By
Jumadi
2 Min Read
Mahasiswa Undip menggelar program pendampingan psikologi belajar berbasis permainan.
Oleh: Jumadi

HEADLINNEWS.IDMahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang Nisrina Egi Azzah Aaqilah, yang tergabung dalam KKN Tim II Undip, menggelar program pendampingan psikologi belajar berbasis permainan (play-based learning) bagi pelajar Sekolah Dasar di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan hasil observasi awal tim KKN, sebagian anak di Desa Kebumen masih kesulitan fokus saat belajar membaca dan menulis karena suasana kelas yang cenderung monoton. Melihat kondisi tersebut, Nisrina merancang program pendampingan dengan pendekatan gamifikasi (gamification), yakni metode belajar yang dikemas melalui permainan edukatif agar anak-anak lebih antusias dan tidak mudah bosan.

“Anak-anak sebenarnya senang belajar, hanya saja caranya perlu disesuaikan dengan dunia mereka, yaitu bermain. Melalui permainan yang dirancang khusus, kami membantu anak-anak lebih fokus dan lebih berani mencoba membaca serta menulis tanpa merasa tertekan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan diawali dengan permainan ringan untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan sesi belajar membaca dan menulis yang diselipi permainan edukatif seperti tebak huruf dan kata bergambar.

“Anak-anak tampak lebih aktif bertanya dan tidak segan mencoba menulis di depan teman-temannya. Sebagai luaran program, disusun pula poster metode belajar menyenangkan berbasis permainan yang dapat menjadi panduan sederhana bagi guru maupun orang tua di rumah,” terangnya.

Program ini turut mendukung capaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi dasar anak usia sekolah, sekaligus SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan memperhatikan aspek kesejahteraan psikologis anak selama proses belajar.

Salah satu guru SD Negeri Kebumen yang turut mendampingi kegiatan menuturkan apresiasinya. “Metode yang dibawakan adik-adik mahasiswa sangat membantu. Anak-anak yang biasanya pendiam dan kurang percaya diri jadi lebih berani mencoba membaca dan menulis di depan teman-temannya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Nisrina/Jumadi)

Editor: Jumadi
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!