HEADLINNEWS.ID – Ada kalanya patah hati tidak datang dengan ledakan besar. Ia justru muncul pelan-pelan, ketika menyadari bahwa yang selama ini diperjuangkan ternyata tidak pernah menuju tempat yang sama.
Perasaan semacam itulah yang dibawa Nadine Makalew melalui “Tau Gitu”, single yang dirilis pada 27 Juli 2026. Sebuah penanda baru dalam perjalanan musikalnya, dimana untuk pertama kalinya, ia merilis karya dalam bahasa Indonesia.
Tak hanya itu, Nadine yang selama ini dikenal lewat karya-karya yang intim dan reflektif. Piano, lirik yang personal, serta atmosfer yang sinematik juga tidak lagi bersembunyi di balik lirik-lirik penuh metafora, melainkan mengatakan apa yang dirasakannya secara langsung.
Keputusannya tersebut bisa dibilang tepat, karena apa yang dituturkannya jadi terasa dekar, terutama lewat liriknya yang bisa dibilang sederhana.
Kisahnya juga mungkin sering kita dengar dari curhatan teman atau saudara, mengenai seorang yang merasa telah mengenal pasangannya luar dalam, namun akhirnya harus menerima kenyataan bahwa kedekatan tersebut tidak pernah memiliki arti yang sama bagi kedua pihak.

Secara musikal, karakter Nadine masih terasa kuat. Aransemen yang minimalis memberikan ruang cukup luas bagi vokal dan lirik untuk menjadi pusat perhatian.
Dalam proses produksinya, Nadine berkolaborasi dengan Amanda Citra dan Hilman Darmawan. Kedua pencipta lagi berbakat ini ikut membentuk arah musikal lagu ini sehingga emosi yang dibawa Nadine tetap terasa utuh tanpa kehilangan karakter utamanya, yang selama ini melekat dengan nuansa pop, soul, R&B, hingga jazz.
Single Tau Gitu saat ini tersedia di berbagai platform streaming digital.
Nadine memulai kariernya lewat sebuah EP hasil kolaborasi dengan produser di Jerman, yang dilanjut dengan album debut bertajuk Time Traveller. Pada 2026, Nadine terpilih sebagai salah satu Top 10 peserta Mastercard Artist Accelerator.

