HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Muatan tanah yang dibawa truk-truk yang melintas di Jalan Kalipancur menyebabkan jalan menjadi rusak parah serta berdebu. Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan membahayakan keselamatan, setiap hari warga berhadapan dengan truk galian.
Meski terganggu, warga hanya pasrah dan membiarkan aktivitas truk-truk yang membawa material tanah tersebut.
Informasi maupun video tentang kondisi ini, viral dan beredar di media sosial truk-truk besar melintas dan berbagi jalan dengan warga serta pengguna jalan yang disertai debu tebal saat kendaraan besar tersebut melewati Jalan Kalipancur.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Danang Kurniawan menjelaskan bahwa penertiban sudah dilakukan, tetapi tidak dapat melakukan penilangan yang hanya bisa dilaksanakan kepolisian.
“Kita rutin menertibkan dan pengawasan aktivitas di sekitar kawasan Kalipancur. Kondisinya, mengganggu warga yang melintas dan saat beroperasi agar tertib dan arus lalu lintas tetap lancar,” kata Danang, Jumat (14/8).
Kondisi Jalan Kalipancur rusak parah, berlubang serta berdebu ketika kemarau. Akan tetapi, saat musim hujan jalan akan menjadi licin.
Namun, warga dan pengguna jalan selain diam, juga berharap ada penanganan tegas yang dilakukan pihak-pihak terkait serta pemerintah.
Lebih jauh tentang upaya yang dilakukan Dishub, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang tersebut menegaskan terus akan rutin melaksanakan pengawasan terhadap pelanggaran yang terjadi agar warga nyaman dan tidak terganggu. Namun, tindakan tegas untuk tilang hanya dapat dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kita melakukan penertiban dan pengawasan aktivitas galian. Namun, hanya pihak kepolisian yang bisa memberikan tilang, kita terus melaksanakan bersama Satlantas Polrestabes Semarang,” ucap Danang.

