HEADLINNEWS.ID – PURWOREJO – Warga Desa Kliwonan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, digegerkan dengan peristiwa tragis di jalur kereta api, Rabu malam (12/8/2026). Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah diduga tertabrak Kereta Api Taksaka 44 relasi Gambir–Yogyakarta.
Korban diketahui bernama Sugeng Widodo (45), warga Desa Kertosono, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo.
Peristiwa tersebut terjadi di KM 485+0.1 jalur hulu, tepatnya di wilayah Dusun Tegalliser, Desa Kliwonan, Kecamatan Banyuurip.
Terdengar Suara Benturan
Kejadian pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara benturan ketika kereta api melintas dari arah barat menuju timur.
Salah seorang warga sekaligus saksi, Slamet Poniran (40), warga Dusun Tegalliser RT 01/RW 03, saat itu sedang berada di rumah bersama anak dan istrinya.
“Saya sedang duduk makan bersama anak dan istri. Mendengar kereta lewat, tetapi disertai suara benturan. Karena penasaran, saya keluar mengecek. Ternyata ada potongan tubuh,” ungkap Slamet.
Merasa curiga dengan suara tersebut, Slamet kemudian keluar rumah dan mengecek area sekitar jalur kereta. Ia mendapati bagian tubuh manusia di sekitar rel.
Temuan itu kemudian disampaikan kepada warga lainnya. Informasi selanjutnya diteruskan kepada perangkat desa hingga pihak kepolisian dan tim medis datang ke lokasi.
Polisi Datangi Lokasi
Kapolsek Banyuurip AKP Muslim Hidayat, S.Pd., M.A.P., membenarkan adanya peristiwa seorang warga yang diduga tertabrak kereta api.
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, kami dari Polsek Banyuurip bersama Polres Purworejo dan Tim Inafis mendatangi TKP warga yang tertabrak kereta api di KM 485+0.1 jalur hulu, Dusun Tegalliser, Desa Kliwonan,” jelas Muslim.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan proses evakuasi bersama Tim Inafis serta tenaga medis PMI.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, identitas korban diketahui sebagai Sugeng Widodo, warga Desa Kertosono.
Petugas juga melakukan penyisiran di sepanjang jalur kereta api untuk menemukan dan mengumpulkan bagian tubuh korban yang tercecer akibat kejadian tersebut.
Setelah proses evakuasi selesai, korban dibawa ke RSUD Dr. Tjitrowardojo Purworejo untuk menjalani pemeriksaan dan pemulasaraan.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan kecelakaan. Keluarga juga menerima dengan ikhlas serta tidak menuntut pihak mana pun.
Polisi Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Rel
Kapolsek Banyuurip mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di jalur maupun sekitar rel kereta api.
“Kami mengimbau kepada warga yang tinggal di sekitar jalur kereta api untuk tidak melakukan aktivitas di jalur kereta, baik untuk berfoto maupun duduk-duduk di jalur kereta, demi keselamatan,” pungkasnya.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak memasuki area jalur kereta api karena dapat membahayakan keselamatan jiwa.

