Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

BPBD Temanggung Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Pengembangan Desa Tangguh Bencana

Arafandy
By
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDTemanggung, Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui pengembangan Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan hingga saat ini terdapat delapan desa rintisan Destana dan 70 desa yang telah berstatus Destana Pratama.

Pengembangan Destana dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk BPBD Provinsi Jawa Tengah dan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program KKN UNNES GIAT-16 yang melaksanakan pendampingan pembentukan Destana di 14 desa di Kecamatan Ngadirejo.

“Program KKN UNNES turut melakukan pendampingan di 14 desa di Kecamatan Ngadirejo,” ujar Totok, Senin (10/8/2026).

Dengan adanya pendampingan tersebut, terdapat 84 desa yang masuk dalam pengembangan Destana Pratama di Kabupaten Temanggung. Namun, proses pembentukan di sejumlah desa masih berjalan dan belum seluruhnya mencapai 100 persen.

Pendampingan antara lain dilaksanakan di Desa Banjarsari, Gondangwinangun dan Gejagan. Kegiatan melibatkan mahasiswa KKN UNNES GIAT-16, BPBD Kabupaten Temanggung, pemerintah desa dan masyarakat.

Menurut Totok, pembentukan Destana tidak hanya berkaitan dengan aspek kelembagaan. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai potensi ancaman bencana, kerentanan wilayah, serta pemanfaatan sumber daya yang dimiliki desa dalam menghadapi kondisi darurat.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayahnya masing-masing,” tandasnya.

Keberadaan Destana diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sejak sebelum bencana terjadi. Masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi risiko, melakukan upaya mitigasi, mengambil langkah yang tepat saat terjadi keadaan darurat, serta mendukung proses pemulihan pascabencana.

Totok menambahkan, pengurangan risiko bencana merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, relawan, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Melalui pengembangan Destana, Pemerintah Kabupaten Temanggung berkomitmen membangun masyarakat yang semakin tangguh, mandiri dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di wilayahnya. (Aiz;Ekp)

Editor: Arafandy
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!