Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

STIK-PTIK dan Yayasan Meira Visi Persada Gelar AICoPS 2026, Diikuti Lebih dari 1.000 Peserta dari 9 Negara

Witarto
By
Witarto
3 Min Read
Ketua Yayasan Meira Visi Persada Dr. Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H., Ph. Dalam penyelenggaraan The Second Annual International Conference on Police Studies (AICoPS) 2026 secara daring di Jakarta
Oleh: Witarto

HEADLINNEWS.IDJAKARTA, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) bersama Yayasan Meira Visi Persada telah menyelenggarakan The Second Annual International Conference on Police Studies (AICoPS) 2026 secara daring, Kamis (30/7). Kegiatan yang mengusung tema “Professional Policing in the Age of Global Risks and Digital Threats” ini dihadiri sebanyak 1.033 peserta dari sembilan negara.

Peserta berasal dari Indonesia, Polandia, India, Kenya, Pakistan, Italia, Filipina, Vietnam, dan Kirgizstan, yang terdiri dari akademisi, peneliti, aparat penegak hukum, praktisi, pembuat kebijakan, hingga mahasiswa. Konferensi ini bertukar gagasan dan merumuskan langkah bersama terkait tantangan serta masa depan profesionalisme kepolisian di tengah ancaman keamanan global dan ancaman digital.

Kepala STIK-PTIK Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., dalam sambutan pembukaan menegaskan penguatan pendidikan kepolisian, penelitian ilmiah, dan kerja sama internasional menjadi dasar pembangunan institusi yang adaptif dan berorientasi pelayanan publik. Sementara itu, Ketua Yayasan Meira Visi Persada Dr. (c) Meida Rachmawati, S.E., M.M., M.H., Ph.D., menyatakan tantangan keamanan tidak dapat diselesaikan sendirian, sehingga kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menghasilkan solusi berbasis data dan penelitian.

Konferensi menghadirkan pembicara utama dari tujuh negara: Indonesia, Australia, Brasil, Italia, Polandia, India, dan Filipina. Materi yang dibahas meliputi integritas kelembagaan, kepemimpinan, kejahatan lintas negara, keamanan siber, penanganan kejahatan digital, pengaturan kecerdasan buatan, hingga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Selain sesi pleno, tersedia tujuh panel diskusi paralel yang membahas topik seperti reformasi peradilan pidana, kepolisian cerdas, pendekatan kemanusiaan dalam penegakan hukum, penegakan hukum siber, perlindungan data pribadi, kebijakan publik, dan kriminologi digital.

Panitia memberikan penghargaan kepada peserta terbaik: Uktufiya Azmani dan M. Arsha sebagai penulis makalah terbaik (Best Paper), serta Awalia Nugrahaini sebagai penyaji terbaik (Best Presenter). Penghargaan juga diberikan kepada penyaji unggulan di masing-masing panel paralel.

Dalam penutupan, Direktur Program Pascasarjana STIK-PTIK Brigjen Pol. Dr. Kif Aminanto, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap hasil diskusi menjadi dasar penyusunan kebijakan, penelitian lanjutan, dan perluasan kerja sama internasional.

Penyelenggaraan ini memperkuat posisi AICoPS sebagai wadah akademik internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang kepolisian, hukum, keamanan, dan teknologi. Kedua penyelenggara menargetkan kegiatan ini melahirkan inovasi, publikasi ilmiah, serta rekomendasi yang mendukung transformasi kepolisian di masa depan.

Editor: Witarto
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!