HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah mengajak generasi muda untuk menyatakan perang melawan peredaran narkoba. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika yang digelar dengan melibatkan sekitar 100 orang pelajar SMA dan SMK untuk menjadi peserta dalam mendapatkan materi, yang diselenggarakan pada Rabu (29/7).
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta DPD Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM) Jawa Tengah yang aktif terus mendorong pencegahan narkoba di masyarakat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Jawa Tengah sekaligus Ketua Penyelenggara, Dra. Lina Mayanti menekankan dukungan dari pemerintah daerah akan selalu diberikan untuk memberantas peredaran narkoba serta ada pencegahan di kalangan pelajar maupun generasi muda.
“Dispora Jawa Tengah berkomitmen akan menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. Salah satunya dengan kegiatan yang kita laksanakan, serta ke depannya terus akan ada berbagai model pencegahan untuk menyampaikan pentingnya menghindari bahaya narkoba,” jelas dia.
Sementara itu, Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah, AKBP Wiyoto menjelaskan kasus narkoba bukan sekadar menjadi ancaman serius karena peredarannya yang menyasar para pelajar, melainkan upaya untuk mencegah juga masih sangat kurang. Sehingga, edukasi bagi pelajar juga diperlukan untuk mengajak anak bangsa berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
“Modusnya saat ini semakin beragam dan menyasar anak-anak muda. Maka dari itu, penyalahgunaan tidak mungkin dapat dibiarkan begitu saja, namun harus dicegah agar tidak menghancurkan masa depan khususnya para pelajar,” katanya.
Dari kepolisian mengajak, anak-anak muda dan pelajar untuk mengetahui bahaya dari narkoba, yang tidak hanya mengenai dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh narkoba, tetapi juga menjauhkan pelajar serta generasi penerus bangsa untuk melakukan kegiatan yang positif, tidak menjadi korban pergaulan bebas, sekaligus lebih menyiapkan dalam meraih masa depan.
“Kuncinya ada pada diri masing-masing untuk dapat berani menolak menggunakan narkoba. Dengan ancaman tersebut, pelajar juga bisa semakin berhati-hati serta lebih mementingkan untuk masa depannya masing-masing,” katanya.
Sedangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, yakni Dr Elham menyampaikan tentang bahaya narkoba yang sebetulnya merupakan obat-obatan yang berguna di bidang medis, tetapi berbahaya jika dikonsumsi secara bebas. Karena itu, pelajar juga dinilai membutuhkan informasi serta materi agar semakin sadar terhadap bahaya narkoba ataupun obat-obatan yang tidak boleh diperjual belikan tanpa memiliki pengawasan.
“Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati pasien, tetapi beredar tidak memiliki izin akan berbahaya jika dikonsumsi sembarangan. Pada dasarnya, berbagai jenis obat sangat berguna untuk membantu penyembuhan. Namun, penggunaan yang bukan semestinya justru dapat merusak tubuh dan sangat berbahaya bagi kesehatan termasuk ancaman serius terhadap masa depan seseorang, bila disalahgunakan,” katanya.
Ketua DPD Geram Jawa Tengah Havid Sungkar menjelaskan sekaligus mengajak pelajar sekarang dapat dengan mudah menghadapi peredaran narkoba alangkah lebih baiknya bisa memilih kegiatan yang positif. Selain itu, aktivitas sehari-hari yang jauh dari hal-hal negatif juga akan membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang ceria, cerdas, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk masa depan dirinya.
“Kita ajak anak-anak mengalihkan dirinya dari segala hal yang bersifat buruk serta hanya mengganggu mereka untuk bisa menjadi pelajar yang pintar. Tentunya, ada banyak sekali kegiatan yang dapat dilakukan pelajar daripada salah pergaulan,” kata Havid.

