Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Siswa SD Negeri 1 Traji Diajak Lestarikan Permainan Warisan Leluhur

Arafandy
By
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDTemanggung, Memperingati Hari Anak Nasional, SD Negeri 1 Traji, di Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar berbagai permainan tradisional yang diikuti seluruh siswa, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya sekolah untuk mengajak anak-anak melestarikan permainan warisan leluhur yang kini mulai ditinggalkan.

Kepala SD Negeri 1 Traji, Umi Kholifah mengatakan, beragam permainan tradisional seperti lompat tali, dakon, benthik, lempar sandal, macanan, hingga egrang dimainkan dengan penuh antusias oleh para siswa.

Selain memberikan keceriaan, serta mengembalikan hak anak-anak untuk bermain dan bergembira tanpa bergantung pada gawai, permainan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan melatih kerja sama antarsiswa.

“Yang pertama, saya ingin mengembalikan hak anak-anak untuk bisa bergembira, bersuka cita tanpa adanya gawai, kemudian memperkenalkan warisan leluhur tentang permainan tradisional ini, bahwa seperti kita ketahui permainan tradisional ini hampir terlupakan,” tuturnya.

Ia mengatakan, momentum Hari Anak Nasional ini pun menjadi pengingat, bahwa bermain merupakan hak anak, sekaligus media belajar yang menyenangkan.

“Tentunya melalui permainan, saya berharap dapat menumbuhkan karakter pada anak, karena di permainan ini, banyak sekali yang kita dapatkan, seperti kerjasama dan secara sosial mereka bermain bersama temannya,” ungkapnya.

Sejumlah siswa mengaku senang dapat memainkan berbagai permainan tradisional yang selama ini jarang mereka lakukan. Selain dapat menghibur, permainan ini juga membuat mereka lebih akrab dengan teman-teman, karena dimainkan secara bersama-sama.

“Tadi ikut kegiatan permainan tradisonal, ada bentik, lompat tali, engrang, dakon dan ada banyak, tadi, tadi saya main lompat tali, permainannya asyik dan seru, sebelumnya pernah main sama teman-teman,” katanya.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap, siswa tidak hanya mengenal permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa, tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial. (Fir;Ekp)

Editor: Arafandy
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!