Oleh: Jayanto Arus Adi
Jangan pernah menjadi Indonesia jika belum merasakan kopinya. Jargon ini jadi insight yang diteguhi Jordan (23) pemilik sekaligus Barista di Juwalan Kupi 729. Lokasinya mungil eksotik di pojok Pasar Raya I Salatiga lantai dua.
Tak susah menemukan tempat ini, meski tak beriklan tapi cukup dikenal. “Naik saja tangga di ujung, begitu sampai lantai dua sudah kelihatan,” kata Lukas tukang parkir di bilangan Jalan Jendral Sudirman.
Benar saja, setelah menapaki tangga sekitar 15 tapak, menginjak lantai dua aroma kopi udah menyengat. Kiosnya sendiri nyaris tak terlihat tertutup mereka yang antri. Suasana itu membuat jadi tambah penasaran.
Sedikit menunggu keriuhan melandai. Di kios kecil tampak bangku kecil seperti memanggil mempersilakan kami duduk. Atmosfir khas segera merasuk, dan tak lama Jordan menyeduhkan kopi pulihan.
“Kopi apa Om, kita punya Kopi Gayo, Toraja, juga Bali. Yang lokal Salatiga juga enak,” rayunya.

Pilihan jatuh Kopi Gayo. Asal tahu kios mungil ini menghadirkan kopi-kopi pilihan. Tak salah Juwalan Kupi 729 seperti oase tersendiri bagi pecinta kopi.
Mantap, meski terbilang muda Jordan cukup cekatan meracik pesanan pilihan kami. “Silakan Om, semoga pas seleranya,” ujar Jordan lagi.
Tak perlu waktu lama Kopi Gayo ala Juwalan Kupi 729 tuntas kami nikmati. Satu porsi masih kurang, “Satu lagi, saya minta yang paling istimewa dan jadi favourite di sini,” pinta Headlinnews sembari menghabis satu porsi awal yang masih tersisa.

