Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Puluhan Tahun Terpisah Sungai Ciraja, Warga Bangbayang dan Bantarkawung Kini Terhubung Jembatan Gantung

Dedi Agustian
3 Min Read
Wakil Bupati Brebes Wurja didampingi Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo SHub Int, jajaran Forkopimda, dan tokoh masyarakat melakukan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Kamis (23/7/2026).

HEADLINNEWS.IDBrebes– Selama puluhan tahun, Sungai Ciraja menjadi penghalang bagi aktivitas warga Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Saat musim hujan, debit air yang meningkat kerap membatasi akses antardesa sehingga warga harus memutar melalui jalur lain atau menunda perjalanan hingga kondisi sungai kembali aman untuk dilintasi.

Harapan masyarakat untuk memiliki akses yang lebih aman akhirnya terwujud. Jembatan Gantung Perintis yang dibangun Kodim 0713/Brebes resmi dioperasikan pada Kamis (23/7/2026), menghubungkan dua desa yang selama ini terpisah oleh aliran Sungai Ciraja.

Peresmian jembatan dilakukan secara terpusat oleh Pangdam IV/Diponegoro di Kabupaten Pekalongan dan diikuti secara daring oleh seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro, termasuk di Desa Bangbayang.

Jembatan gantung tersebut memiliki bentang sepanjang 60 meter yang melintasi Sungai Ciraja dengan lebar sekitar 50 meter. Sungai itu memiliki kedalaman rata-rata dua meter, namun pada musim hujan ketinggian air dapat mencapai lima meter sehingga selama ini menjadi kendala utama mobilitas masyarakat.

Keberadaan jembatan diperkirakan akan memberikan manfaat bagi sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga yang tersebar di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Infrastruktur tersebut diharapkan memperpendek waktu tempuh warga menuju pusat pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta sentra perdagangan dan perekonomian.

Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan pembangunan jembatan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan akses penghubung yang lebih layak dan aman.

“Setelah diresmikan, mari kita jaga bersama jembatan ini agar tetap awet dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” kata Wurja.

Ia juga mengapresiasi Kodim 0713/Brebes, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat yang bergotong royong mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.

Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo SHub Int mengatakan, peresmian Jembatan Gantung Perintis merupakan bagian dari peresmian serentak di wilayah Jawa Tengah yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro.

Menurut Ambariyantomo, pembangunan jembatan merupakan hasil sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program nasional pembangunan 10.000 jembatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas wilayah, terutama di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

“Dengan beroperasinya jembatan ini, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar. Anak-anak dapat menuju sekolah dengan lebih mudah, warga memperoleh akses yang lebih cepat menuju fasilitas kesehatan dan pusat pemerintahan, sementara distribusi hasil pertanian serta aktivitas perdagangan diproyeksikan menjadi lebih efisien,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Bangbayang dan Bantarkawung, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan dua tepian Sungai Ciraja. Kehadirannya mengakhiri keterbatasan akses yang telah berlangsung selama puluhan tahun sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Brebes.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!