HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan Kereta Api (KA) Kokrosono, Kota Semarang, pada, Senin (20/7) pagi sekitar pukul 07.00 sebuah sepeda motor yang dikendarai berboncengan akan mengantarkan sekolah dan ditumpangi tiga orang tertabrak kereta api yang melintas.
Korban yang meninggal dunia merupakan seorang pelajar SD. Sementara itu, dua orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan menjalani perawatan.
Peristiwa tersebut diduga dialami korban yang menerobos pintu perlintasan yang telah ditutup oleh petugas.
Musibah ini menyita perhatian berbagai pihak, salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.
“Saya menyampaikan belasungkawa untuk keluarga korban atas musibah ini. Semoga peristiwa yang terjadi menjadi pembelajaran untuk kita semua dan menjadi evaluasi untuk perbaikan ke depannya,” ucap Luthfi.
Kejadian yang terjadi, menurut Luthfi, patut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak mengingat peristiwa dialami pelajar yang menjadi korban serta posisinya juga saat berangkat ke sekolah.
Gubernur Jateng pun meminta agar masyarakat belajar dari peristiwa tersebut lebih berhati-hati, disiplin terhadap keselamatan, dan tidak melewati perlintasan jika sudah ada peringatan.
“Peringatan yang menjadi pertanda kereta akan melintas mengisyaratkan untuk berhenti dan hati-hati. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan berawal dari kecerobohan, lalai, dan mengabaikan keselamatan,” ucap Luthfi.

