HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Warga dan pengguna media sosial sedang heboh dengan persoalan tentang penutup saluran di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang yang berbunyi dan menimbulkan suara keras saat diinjak kendaraan.
Selain mengenai masalah tersebut, warga juga mempertanyakan tentang perbaikan infrastruktur jalan itu. Usai menuai kritik, proses penanganan telah dilakukan pihak terkait sebelumnya, tetapi persoalan tersebut kembali dikeluhkan di media sosial.
Perbaikan untuk menangani kerusakan yang ada di Jalan Pahlawan, Kota Semarang sempat ada upaya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk mengantisipasi lebih parah serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan yang melintas.
Tim dari DPU Kota Semarang melakukan pemeriksaan di lapangan dan perbaikan untuk menata fasilitas yang mengalami gangguan ditangani agar tidak berbahaya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto menyatakan bahwa penanganan teknis dan pembenahan kerusakan dijalankan untuk mencegah tidak terjadi persoalan lainnya, mengingat kondisi di lokasi padat arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan.
“Kawasan Simpang Lima dan Jalan Pahlawan setiap hari padat aktivitas. Karena itu, kita segera dan sudah memperbaiki kerusakan demi keamanan. Namun, akan terus mendapatkan pemantauan dan perbaikan yang tetap dilakukan jika masih ditemukan kerusakan,” katanya, Sabtu (18/7).
Kondisi penutup saluran tersebut mendapat perhatian dengan diperbaiki oleh DPU Kota Semarang, bagian yang dirasa bermasalah dalam penanganan dibongkar total. Namun, ada komponen yang menunggu dan sedang dikerjakan, proses ini diperkirakan selesai dan siap untuk pemasangan pada 20 Juli.
Munculnya bunyi saat dilalui kendaraan dipastikan DPU Kota Semarang menilai akan tetap terjadi sebelum penutup yang mengalami kerusakan diperbaiki dengan material baru.
Oleh sebab itu, DPU Kota Semarang memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga sampai dapat dilakukan proses perbaikan menyeluruh. DPU Kota Semarang berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tersebut segera setelah material grating steel diterima, serta akan terus memantau kondisi lokasi untuk memastikan pekerjaan dinyatakan selesai dan infrastruktur di ruang publik tersebut berfungsi normal.
“Bunyi yang masih terdengar saat ini karena grating steel baru belum terpasang. Kami paham warga resah karena bunyinya cukup mengganggu. Begitu material grating datang, kami akan pasang secepatnya, tidak akan menunggu lama,” kata Suwarto.

