HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Harapan keluarga Sriyani (40) tak pernah padam, meski tiga hari dua malam perempuan asal Dusun Bonganti RT 003 RW 003, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, itu tak kunjung pulang.
Penantian yang penuh kecemasan akhirnya berbuah lega ketika warga menemukan Sriyani masih hidup di dasar lereng Alas Sipetung, Dusun Jumprit, Desa Tegalrejo, Selasa (14/7/2026) sore.
Sriyani yang diketahui mengidap gangguan jiwa, sebelumnya meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga. Berbagai upaya pencarian telah dilakukan, namun hingga hari ketiga, keberadaannya belum diketahui.
Sekitar pukul 16.00 WIB, secercah harapan muncul, setelah warga menemukan korban berada di dasar lereng sedalam sekitar lima meter.
Penemuan itu segera dilaporkan kepada petugas, sehingga tim gabungan dari BPBD Kabupaten Temanggung, TNI, Polri, SAR Kabupaten Temanggung, relawan Jadug, Bagana, Baguna, dan masyarakat bergerak menuju lokasi.
Medan yang curam membuat proses evakuasi berlangsung hati-hati. Dengan menggunakan tandu, petugas mengangkat korban dari dasar lereng menuju tempat yang aman.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nursetyanto, mengatakan korban berhasil dievakuasi dalam keadaan sadar.
Namun, akibat terjatuh, Sriyani mengalami patah tulang pada kaki kanan, sehingga langsung dilarikan ke RSK Ngesti Waluyo untuk mendapatkan penanganan medis.
Totok mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan penemuan korban. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, relawan, dan aparat menjadi kunci keberhasilan penyelamatan.
“Setiap laporan dari masyarakat sangat berarti. Semakin cepat informasi diterima, semakin besar peluang korban dapat segera ditolong,” ujarnya.
Peristiwa tersebut menjadi akhir dari penantian panjang keluarga yang selama tiga hari terus berharap Sriyani dapat ditemukan.
Meski harus menjalani perawatan akibat cedera yang dialaminya, keselamatan korban menjadi kabar yang paling melegakan bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian. (Aiz;Ekp)

