Museum Tosan Aji Hadirkan Prasama Miyara #2, Ajak Masyarakat Menyelami Sejarah dan Budaya Purworejo

Achmad Luthfi Khakim
By - Achmad Luthfi Khakim
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDPURWOREJO – Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud). Salah satunya dengan menggelar Pameran Temporer Museum Tosan Aji: Prasama Miyara #2 yang berlangsung di Lapangan Tenis Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo pada 13–15 Juli 2026.

Pameran yang mengusung semangat pelestarian budaya tersebut resmi dibuka oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, SH, pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan museum-museum dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bentuk sinergi dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dibebankan hanya kepada museum, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Melalui tema Prasama Miyara, kita diajak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya. Nilai-nilai budaya harus terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujarnya.

Menurut Bupati, museum saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi telah berkembang menjadi ruang edukasi yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, inspiratif, dan relevan bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi perkembangan Museum Tosan Aji yang terus berbenah menjadi museum yang lebih modern, interaktif, dan inklusif. Raihan Akreditasi B dinilai menjadi bukti nyata komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat pelestarian kebudayaan daerah.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, SSTP, MM, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai media edukasi yang menyajikan informasi mengenai sejarah, seni, dan sains secara menarik sehingga mudah dipahami oleh pelajar maupun masyarakat umum.

Menurutnya, konsep visual dan interaktif yang dihadirkan memungkinkan pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga merasakan pengalaman belajar yang lebih hidup melalui cerita-cerita sejarah yang dikemas secara kontekstual.

“Harapannya, museum menjadi ruang belajar sekaligus ruang rekreasi yang menyenangkan sehingga masyarakat semakin tertarik mengenal sejarah dan budaya daerahnya,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat di bidang pendidikan dan kebudayaan, penyelenggaraan pameran ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kehadiran pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di Kabupaten Purworejo.

Melalui Prasama Miyara #2, Museum Tosan Aji kembali menegaskan perannya sebagai jembatan antara sejarah masa lalu dengan generasi masa kini, sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Purworejo dalam menjaga dan memajukan warisan budaya untuk masa depan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *