Pemkot Semarang Perkuat Wisata Religi, Makam Tokoh Penyebar Islam Didorong Jadi Destinasi Edukasi

Kawasan makam diharapkan tidak hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi dapat dihidupkan melalui berbagai kegiatan keagamaan

HL-News
By
HL-News
3 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDPemerintah Kota (Pemkot) Semarang melihat wisata religi memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan seiring banyaknya peninggalan sejarah Islam yang tersebar di berbagai wilayah. Selain menjadi sarana mengenang perjuangan para ulama, keberadaan situs-situs tersebut juga diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelestarian Makam Kiai Jungke di Jalan Gendingan, Kelurahan Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah. Peresmian hasil renovasi makam tersebut berlangsung bersamaan dengan Pengajian Akbar Haul yang dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Sabtu (27/6/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Iswar menilai Kiai Jungke atau Sayyid Husain merupakan salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam penyebaran Islam di Kota Semarang. Jejak perjuangannya, kata dia, menjadi bagian dari sejarah yang patut dikenalkan kepada generasi muda.

“Kita bisa berdiri di tengah kota dengan masyarakat yang semakin maju seperti sekarang ini karena ada perjuangan dakwah para ulama terdahulu. Warga Pandansari patut bangga karena di wilayah ini dimakamkan seorang tokoh besar. Tugas kita adalah melanjutkan dan meneladani perjuangan beliau,” ujar Iswar.

Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang selama ini bergotong royong menjaga kawasan makam hingga akhirnya dapat direnovasi. Menurutnya, pelestarian situs bersejarah akan lebih optimal apabila mendapat dukungan penuh dari warga sekitar.

Di sisi lain, Iswar menilai kawasan makam ulama juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi yang mampu menarik lebih banyak peziarah. Kondisi tersebut diyakini akan berdampak pada tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, perdagangan hingga usaha mikro lainnya.

“Semakin banyak peziarah yang datang, semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa dinikmati masyarakat. Warung, kuliner, hingga usaha lainnya akan ikut tumbuh sehingga manfaatnya dapat dirasakan warga sekitar,” katanya.

Menurut Iswar, Semarang masih memiliki banyak makam ulama dan tokoh penyebar agama Islam yang layak mendapat perhatian. Karena itu, ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keberadaan situs-situs tersebut agar tetap terawat di tengah perkembangan kota.

Ia juga berharap kawasan makam tidak hanya menjadi lokasi ziarah, tetapi dapat dihidupkan melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, selawat, maupun majelis taklim sehingga manfaat sosialnya semakin dirasakan masyarakat.

“Semarang Tengah menyimpan banyak jejak sejarah para ulama. Mari kita jaga bersama agar warisan sejarah ini tetap lestari dan dapat dikenalkan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!