Investor Sebut Reputasi Indonesia Memburuk, Singgung Dugaan Korupsi

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
5 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Seorang pengusaha asing menyebut reputasi Indonesia di mata investor internasional memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah wawancara berbahasa Inggris yang kemudian diunggah ulang akun Threads @drg_yurika dan memicu beragam tanggapan warganet.

Dalam video tersebut, pengusaha itu mengatakan banyak investor, termasuk kelompok family office di Abu Dhabi, kini lebih berhati-hati untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurut dia, persepsi terhadap Indonesia berubah karena meningkatnya faktor ketakutan (fear factor) dalam berinvestasi.

Ia juga mengaku memindahkan kantor pusat perusahaannya ke Singapura agar lebih mudah memperoleh investasi.

Selain itu, ia menceritakan pengalaman menerima tagihan pajak sekitar US$100.000 yang menurutnya berkaitan dengan kewajiban lima tahun sebelumnya. Saat melakukan pembahasan atas tagihan tersebut, ia mengklaim ada pihak yang menawarkan penyelesaian dengan syarat memberikan uang sebesar US$20.000 kepada oknum tertentu.

Dalam wawancara itu, pengusaha tersebut mengaku sempat bertanya apakah uang tersebut ditujukan kepada negara atau kepada individu. Menurut pengakuannya, jawaban yang diterima adalah untuk pihak tertentu, bukan kepada negara.

Ia kemudian menilai praktik korupsi menjadi salah satu persoalan besar yang memengaruhi iklim investasi. Pengusaha itu juga mengaku perusahaannya membangun perangkat lunak yang sepenuhnya dikembangkan secara lokal, namun merasa tidak memperoleh dukungan yang dijanjikan. Ia bahkan menuding produk impor dari China yang dibawa pihak tertentu justru menjadi pesaing usahanya.

Unggahan tersebut dibanjiri komentar yang mayoritas menyoroti iklim investasi, korupsi, dan tata kelola pemerintahan. Berikut sejumlah komentar yang terlihat pada unggahan tersebut.

mohamadsalim996

“Negara yang keras sama koruptor disukai para investor. Contoh China, Taiwan, dan Vietnam. Kepercayaan adalah kunci dalam berbisnis.”

sentordiani

“Saya Pancasila NKRI harga mati tapi saya maling, garong, korup & pengkhianat.”

sentot_siswadi

Mengajak masyarakat mengibarkan bendera setengah tiang atau tidak mengibarkan bendera pada 17 Agustus. (Komentar terlihat terpotong pada rekaman.)

ak_mutiar

“Jangankan investor asing, anak bangsa sendiri bikin usaha bakal diapain. Tidak menguntungkan iklim usaha di negeri ini.”

ek0ari11h

“Preman ada di mana-mana, preman jalanan dan preman berdasi.”

hokpar777

“Preman yang cacat yang ada.”

Abaheb

Menyebut negara maju dibangun melalui kerja keras, disiplin, dan penegakan aturan. (Bagian akhir komentar tidak terbaca.)

Landro885

Menandai akun Presiden dan Partai Gerindra serta meminta pemerintah mempertimbangkan isi pesan dalam video, menerapkan sistem merit, dan memperbaiki berbagai indikator internasional.

cr_tr193

Menyatakan berbagai peringatan dari pengamat politik dan ekonomi selama ini dianggap tidak membawa perubahan.

widhas_robinson12h

“Alasannya ya pejabatnya Indonesia ini banyak korupnya.”

ayakusuma

Menyebut praktik korupsi terjadi hingga tingkat desa. (Bagian akhir komentar tidak terbaca.)

irma_dee

Berpendapat kaburnya investor asing dapat berdampak pada kondisi ekonomi nasional.

endriyan5

Mengaitkan persoalan tersebut dengan pengguna jalan tol. (Komentar terpotong.)

sabrinovi_sari

Menilai kondisi moral di Indonesia mengalami kemunduran.

rizky_law_ion

“It’s a fair view referring to the Indonesia in this era.” (Bagian akhir komentar tidak terbaca.)

ekobaru

Mempertanyakan apakah Thailand, Vietnam, dan Singapura memiliki iklim investasi yang lebih baik.

elbaron

Menyebut kondisi iklim investasi di Indonesia sudah sangat buruk berdasarkan pengamatannya.

maryam_vira

Menceritakan pengalaman yang diklaim berasal dari unggahan Facebook mengenai investor Arab yang kesulitan mencairkan dana investasi. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi.

dyanindrianis

Berisi makian terhadap seorang tokoh. (Tidak dikutip utuh karena mengandung kata-kata kasar.)

imamkvl

“Semua yang dikatakan benar sekali. Dan pejabat semua tidak ada yang sadar, karena nikmatnya korupsi.”

Mocros45

Menyampaikan pengalaman pribadi. (Sebagian komentar tidak terbaca.)

orva1988

Menyinggung persoalan relokasi dan kebijakan pemerintah. (Komentar terpotong.)

majum22

“Yang begini kok dilawan.”

khibarysi

“Pada akhirnya investor asing takut investasi di negara ini.”

pazuzutatu666

“Jauh-jauh keluar negeri buat melobi investor asing. Eh di dalam negeri investor asing pada cabut dari investasi di Indonesia.”

Komentar-komentar tersebut merupakan opini masing-masing pengguna Threads dan tidak dapat diperlakukan sebagai fakta tanpa verifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait mengenai pernyataan pengusaha dalam video tersebut maupun klaim yang disampaikannya.

Video tersebut memuat klaim sepihak dari seorang pengusaha mengenai pengalaman berinvestasi di Indonesia. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak yang disebut.

Di sisi lain, besarnya respons warganet menunjukkan isu kepastian hukum, birokrasi, dan pemberantasan korupsi masih menjadi perhatian publik ketika membahas daya tarik investasi Indonesia. Klarifikasi dari otoritas terkait akan menjadi faktor penting untuk memastikan informasi yang beredar tidak hanya berhenti pada persepsi dan tuduhan.

Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *