HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menggelar Peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang yang akan dilaksanakan pada Rabu (14/10) malam yang bertempat di sekitar kawasan Tugu Muda. Pada tahun ini, peringatan tersebut merupakan ke-81, sebagai pengingat sejarah perjuangan warga Kota Semarang pada masa penjajahan pada 14 hingga 18 Oktober 1945.
Walikota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan bahwa momentum tersebut merupakan catatan sejarah bagi warga Kota Semarang. Karena itu, seluruh masyarakat diajak untuk mengenang dan juga paham terhadap nilai-nilai sejarah.
“Perjuangan yang setiap tahun diperingati adalah pelajaran penting bagi kota kita sendiri. Ajak keluarga, ajak anak-anak, supaya mereka tahu sejarah dan juga dapat menjaga yang pernah diperjuangkan,” ucap Agustina.
Menurut Agustina, pemahaman akan sejarah begitu penting untuk semua warga, terlebih dalam mengenang bagian perjuangan sekaligus perjalanan Kota Semarang.
“Peristiwa bersejarah yang pernah terjadi bukan hanya menjadi kenangan, melainkan tidak terpisahkan dengan perjalanan Kota Semarang dari waktu ke waktu. Tugas kita yang hidup hari ini adalah merawat apa yang mereka tinggalkan,” ucap Wali kota Agustina.
Kegiatan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang tersebut, setiap tahun selalu digelar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintahan, dan sejumlah unsur lainnya untuk mengenang kembali peristiwa penting bersejarah yang pernah terjadi.
Dalam acara, terdapat rangkaian kegiatan diantaranya aksi teatrikal, napak tilas, upacara, dan pembacaan cukilan sejarah.
Para peserta berasal dari unsur TNI, Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, dan relawan sosial, serta dari kalangan masyarakat.
Tempat digelarnya acara akan berlangsung di kawasan Tugu Muda. Selama kegiatan akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas guna mendukung kelancaran acara.
Pengalihan arus lalu lintas di kawasan Tugu Muda dan sekitarnya dilakukan pada Selasa (13/10) untuk gladi bersih serta Rabu (14/10) saat upacara berlangsung, mulai pukul 17.00 WIB. Di sekitar lokasi, juga telah dipersiapkan sejumlah kantong parkir untuk masyarakat yang ingin datang menyaksikan.
Masyarakat pun dapat melihat langsung acara tersebut dan ikut serta dalam mengenang kejadian pertempuran serta perjuangan rakyat di Semarang untuk menghadapi penjajah.

